Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur Multi Peran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur Multi Peran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas



Pustaka pada kesempatan kali ini akan mengulas secara singkat dan pendek mengenai satu alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan ringan alias lightweight multi-role fighter besutan dari India. Pesawat ini cukup istimewa, karena menjadi tonggak sejarah dari langkah awal kemandirian India dalam hal alutsista canggih. Walaupun performa serta kinerja dari pesawat ini masih belum diketahui dalam arti di pertempuran yang sebenarnya, namun melalui data-data yang disodorkan oleh pihak pabrikan, pesawat ini memiliki kemampuan yang cukup memadai, dan juga memiliki potensi untuk menjadi alutsista yang dapat diandalkan serta mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur multiperan "Tejas" lahir dari program Light Combat Aircraft atau LCA diluncurkan pada tahun 1983. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat tempur secara mandiri, yang akan menggantikan armada pesawat MiG-21. Pada saat itu, pesawat buru-sergap MiG-21 menjadi tulang punggung Angkatan Udara India. Pada tahun 1984 Badan Pengembangan Penerbangan dibentuk untuk mengelola program LCA. Demonstran teknologi pertama selesai pada tahun 1995, namun dihentikan karena ada masalah dengan sistem kontrol penerbangan.

Pesawat ini mengadopsi konfigurasi sayap delta, menggunakan dapur pacu mesin tunggal. Material komposit banyak digunakan pada struktur body pesawat untuk menekan bobot. Pesawat ini semula akan menggunakan dapur pacu mesin General Electric F404-GE-IN20 sebagai mesin pendorong sementara, hingga mesin turbofan GTRE GTX-35VS Kaveri tersedia. Dan beberapa alternatif mesin lain juga dimasukkan sebagai rencana cadangan. Kedua mesin ini dilengkapi dengan fitur afterburner. Tejas dilengkapi dengan sistem kendali fly-by-wire dan radar multi-mode.

Pesawat tempur multi-peran HAL Tejas dapat dilengkapi dengan berbagai macam persenjataan, terutama yang persenjataan dari Rusia. Pesawat dilengkapi dengan delapan pylon di bawah sayap dan di bawah badan pesawat. Kapasitas maksimum lebih dari 4.000 kg persenjataan eksternal dan bahan bakar.

Itulah tadi pembahasan yang pendek dan ringkas mengenai Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#India

Minggu, 27 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo



Pustaka di postingan kali ini akan mengulas dengan singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat temur multiperan alias multirole aircraft racikan dari Taiwan. Pesawat ini semula digadang-gadang akan menjadi bukti kemandirian Taiwan dalam hal alutsista sekaligus sebagai langkah awal untuk terlepas (walau sebagian) dari ketergantungan akan alutsista dari blok Barat. Walaupun dilandasi dengan tekad yang mulia, namun kenyataannya di lapangan berkata lain. Pesawat ini sulit terealisasi seperti yang direncanakan karena banyak hal yang merintanginya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Secara sepintas, F-CK-1 Ching Kuo memiliki profil yang mirip dengan profil pesawat tempur multi-peran F-16 AS tetapi dengan dua mesin. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Doppler multi-mode GD-53 multi-mode “Golden Dragon” yang rancangannya berdasarkan pada  radar AN / APG-67 (V) yang awalnya dikembangkan untuk digunakan oleh F-20, tetapi menggunakan beberapa teknologi dari unit Westinghouse AN / APG-66 yang digunakan oleh F-16A.

Kebanyakan struktur logam konvensional pada pesawat Ching Kuo ini adalah konfigurasi konvensional, meskipun pada beberapa bagian di sayap dan badan pesawat mengadopsi logam komposit untuk menekan bobot keseluruhan. 

Kursi pilot dilengkapi dengan kursi lontar Martin-Baker Mk 12 dan kokpit bertekanan dilengkapi dengan pengontrol sidestick, tampilan head-up sudut lebar, dan tiga tampilan ke bawah multi-fungsi.

Purwarupa pertama berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 28 Mei 1989, dan pada 10 Februari 1994, Skuadron No. 7 Angkatan Udara Republik China secara terbuka meluncurkan pesawatnya, yang meliputi dua produksi konfigurasi kursi tunggal (diberi kode identifikasi F-CK-1A) dan dua produksi dengan konfigurasi dua awak digunakan untuk versi pesawat latih (diberi kode identifikasiF-CK-1B). 

Demikianlah tulisan pendek yang mengulas tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Taiwan

Rabu, 23 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum) Tulisan ke-2



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan (multirole aircraft) racikan dari Rusia. Pesawat ini memang menjadi hits pada saat kemunculannya. Di awal masa operasionalnya, pesawat ini seakan mampu menggetarkan pihak NATO karena kemampuan manuvernya yang tinggi serta persenjataan yang dibawa juga termasuk senjata yang mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Salah satu inovasi yang tergolong maju yang diterapkan pada MiG-29 (kode identifikasi NATO “Fulcrum”) adalah penutup padaa air intake ganda. Saat berada di landasan, air intake utama yang berada di bawah leading edge root extension (LERX) ditutup, dan udara dihisap masuk ke mesin turbofan Klimov RD33 melalui air intake berjeruji (seperti insang hiu atau grill) pada bagian atas LERX yang posisinya ada di bagian samping belakang dari kokpit. 

Setelah pesawat lepas landas, air intake utama dibuka, sementara air intake bagian atas ditutup. Fitur ini memungkinkan MiG-29 dioperasikan dari landasan yang kondisinya sederhana atau kasar. Karena bahaya kerusakan pada mesin (pada bagian blade) akibat terhisapnya benda asing (FOD, foreign object damage) bisa diminimalisir.

Fitur lain yang juga diterapkan pada pesawat ini adalah perangkat IRST (infrared search and track system). Yaitu alat yang mirip teropong dengan lensa kaca yang ditempatkan di depan kanopi. IRST memungkinkan pilot MiG-29 menjejak target tanpa perlu menyalakan radarnya, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terdeteksi oleh pesawat lawan. 

Untuk pesawat tempur sekelas dan sezamannya, MiG-29 adalah yang pertama yang mengadopsi fitur ini. Walau demikian, radar yang terpasang pada MiG-29 varian awal bukanlah radar yang memiliki performa yang bagus dan dianggap masih kalah jika dibandingkan Mirage 2000 ataupun F-16. 

Demikianlah tadi ulasan singkat yang yang membahas mengenai pesawat tempur multiperan dari Rusia, MiG-29. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Rusia

Minggu, 20 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan (multirole aircraft) racikan dari Rusia. Pesawat ini memang tergolong fenomenal. Di awal kemunculannya, pesawat ini mampu menggetarkan pihak NATO karena tingkat manuvernya yang tinggi serta persenjataan yang diusung juga tergolong mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur ini dikenal di Barat dengan kode panggilan (call sign)  “Fulcrum”. Pesawat MiG-29 dibuat dalam jumlah besar, sekitar 1.600 unit pesawat tempur jenis ini telah diproduksi. Sebagian besar (sekitar 900 unit) diekspor. Setelah Rusia, Ukraina adalah pengguna terbesar berikutnya dengan enam resimen (termasuk varian Fulcrum-C). 

Operator lainnya adalah Belarus, Bulgaria, Kuba, Eritrea, Jerman, Hongaria, India, Iran, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Malaysia, Peru, Polandia, Rumania, Slovakia, Suriah, Turkmenistan, Uzbekistan dan Yugoslavia. MiG-29 berperan terutama sebagai pesawat tempur pertahanan udara atau superioritas udara. Semua negara pengguna juga memiliki varian pesawat yang dikonversi menjadi dua kursi, MiG-29UB.

Pesawat ini menggabungkan rancang bangun aerodinamis canggih, MiG-29 juga diperkuat dengan radar N-019 pulse-Doppler (kode identifikasi dari NATO, Slot Back) sebagai sensor utamanya. Radar ini menggunakan sistem pelacakan infra merah untuk pelacakan target secara pasif.

Purwarupa MiG-29 varian awal, yaitu 9-12 berhasil terbang perdana pada tahun 1977, dan pesawat ini mulai ditempatkan pada garda terdepan pertahanan udara pada tahun 1986, menggantikan posisi MiG-23 yang dirasa sudah mulai menua dan performanya dianggap kurang mampu meladeni pesawat garis depan NATO. Pesawat MiG-29 memikul peran ganda, yaitu sebagai pesawat superioritas udara dan serangan darat. Resimen tempur juga mendapat tugas taktis penting, yaitu melakukan serangan nuklir taktis dengan bom nuklir 30 kT RN-40.

MiG-29 varian awal telah membuktikan dirinya sebagai pesawat tempur jarak dekat yang tangguh. Pilot dilengkapi dengan sistem pembidik yang dipasang di helm untuk mengarahkan rudal ke target off-boresight. Rudal R-73 yang sangat lincah tetap dipandang sebagai senjata udara-ke-udara pertempuran jarak dekat terbaik. 

Demikianlah tadi ulasan singkat yang yang membahas mengenai pesawat tempur multiperan dari Rusia, MiG-29. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Rusia

Minggu, 16 Februari 2025

Pustaka Tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multiperan atau lebih dikenal dengan multirole aircraft hasil racikan dari Rusia. Pesawat tempur ini memang bukanlah pesawat yang dirancang dari nol, melainkan pengembangan (atau modernisasi dan juga perbaikan) dari pesawat tempur yang sudah ada sebelumnya dan menag pesawat itu sudah terbukti sangat andal, baik dalam hal performa maupun dalam hal lain. Pesawat ini dimodernisasi dari pesawat tempur yang sangat kesohor, MiG-29, dan hasil modernisasi ini diberi nama MiG-35. Walaupun pesawat ini belum banyak membukukan catatan pertempuran, namun pihak perancang sangat yakin, bahwa pesawat ini akan mampu menorehkan sejarah baru dalam hal alutsista, sama seperti MiG-29. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur multi-peran MiG-35 dikembangkan berdasarkan design MiG-29M yang sudah teruji. Desain keseluruhan pesawat baru ini mirip dengan MiG-29 versi dasar. Purwarupa pertama adalah modifikasi pesawat, yang sebelumnya berfungsi sebagai demonstran model MiG-29M2. Biro desain Mikoyan mengklasifikasikan MiG-35 sebagai pesawat tempur generasi 4++. Karena bobot yang meningkat, pesawat baru ini sekarang digolongkan sebagai pesawat tempur kelas menengah.

Pesawat baru ini juga telah mendapat sentuhan modernisasi dan peningkatan pada avionik dan sistem persenjataan, terutama radar active phased array aktif Phazatron Zhuk. Radar baru ini mampu mendeteksi lebih banyak target, lebih tahan terhadap system gangguan elektronik dari lawan, memiliki jangkauan deteksi yang lebih jauh dan dapat melacak serta mengunci lebih banyak target secara bersamaan. 

Radar ini memiliki jangkauan deteksi sekitar 130-160 km untuk target udara dan 300 km untuk target permukaan (terutama kapal). MiG-35 dapat melacak 30 target dan mengunci 6 di antaranya secara bersamaan. Pesawat ini juga dilengkapi dengan dua sistem lokasi optik. Yang ke depan mencari serta mengunci target udara. Radar ini dapat mendeteksi pesawat lawan yang masuk setidaknya dari 50 km dan pesawat yang keluar setidaknya dari 90 km. Sistem lokasi optik kedua ditempatkan di bawah badan pesawat dan mencari target permukaan. Radar ini dapat mendeteksi tank pada jarak 20 km. Namun tampaknya avionik dan sensor MiG-35 performanya lebih rendah dibandingkan dengan pesawat tempur milik Barat. 

Demikianlah ulasan singkat tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Rusia
#Pesawat_Tempur

Senin, 11 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Keunggulan yang paling signifikan dari JAS 39 Gripen adalah, pesawat ini dirancang dengan material komposit dengan tujuan agar bobot pesawat lebih ringan. Konfigurasi nosel, petunjuk ketidak-stabilan, pemilihan mesin, dan teknologi baru dalam bentuk sistem kontrol listrik mengurangi ukuran dan berat, menjadikan varian JAS 39 Gripen terbaru dibandrol lebih murah dibanding pesawat lain dengan kelas dan performa yang sama. 

Soal harga, mungkin harus dikonfirmasi dan dikomparasi ulang. Pada awal diluncurkan, JAS 39 Gripen disebut-sebut harganya lebih murah dibanding F-16 Fighting Falcon. Meski hanya bermodalkan satu unit mesin, tapi dapur pacu yang dibopong oleh JAS 39 Gripen C/D atau NG adalah mesin yang sama dengan mesin yang digunakan oleh pesawat F/A-18E/F Super Hornet.

Karena kemampuan operasional dan teknologinya yang canggih, selain dipakai oleh Angkatan Udara Swedia, JAS 39 Gripen juga dipilih oleh banyak negara, antara lain Afrika Selatan, Thailand, dan Brasil. Sedangkan negara Eropa yang memakai JAS 39 Gripen adalah Republik Ceko dan Hongaria.

Dan menurut rencana (itupun jika Indonesia jadi untuk membeli pesawat ini) pabrikan SAAB siap menawarkan enam pesawat untuk dirakit di Indonesia sebagaimana permintaaan Kementerian Pertahanan yang mengharuskan adanya transfer teknologi. Saat ini harga satu unit JAS 39 Gripen berkisar antara US$40 juta – US$50 juta. Kepala Saab Indonesia, Peter Carlqvist mengungkapkan, nilai kontrak yang bisa diajukan, yaitu US$1,14 miliar untuk paket pembelian satu skadron JAS 39 Gripen.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:

Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia

Minggu, 10 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Merancang dan membuat konsep JAS 39 Gripen memang sebuah tantangan yang berat. Akan tetapi, persyaratan yang diajukan Pemerintah Swedia itu disanggupi Saab. Agar bobotnya lebih ringan, untuk mengurangi bobot keseluruhan pesawat, Saab menggunakan bahan komposit, plastik, dan berbagai material lain dalam rencana perancangannya, terutama untuk bagian sayap. Mesin yang dipilih General Electric F404, adalah mesin buatan Amerika Serikat yang rancangannya disesuaikan dengan konstruksi rancangan JAS 39 Gripen. 

Bagian penting dari rancangan ini adalah sistem kontrol yang dapat diputar dan dapat digunakan sebagai kontrol permukaan, hal ini dapat memberikan kemampuan kemudi yang baik. Bisa juga digunakan untuk meningkatkan daya pengereman. Tapi yang terpenting, sistem kemudi pada JAS 39 Gripen dapat memberikan dampak pada daya angkat yang maksimal, sebab komponen pesawat dapat bergerak bersamaan dengan sayap utama saat tinggal landas atau saat akan melakukan manuver. Sistem kemudi menjadi penting, sebab hampir semua pesawat tempur mode terbaru menggunakan sistem kelistrikan tanpa transmisi mekanis untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Sebenarnya, ada pertalian yang erat antara Swedia dan Indonesia dalam bidang teknologi, tentu saja hubungan ini berkaitan dengan hubungan dagang. Swedia sebagai produsen dan Indonesia sebagai user atau pengguna. Masyarakat Indonesia memang sudah "familiar" dengan berbagai produk dari negara Eropa Utara itu, sebut saja merk Volvo di bidang transportasi yang kerap memasok kendaraan jenis van, truk, dan bus yang sering wara-wiri di jalanan.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Dikembangkan oleh Saab Military Aircraft dan dipasarkan bersama oleh Saab dan BAE Systems, Gripen adalah pesawat tempur multi-peran ringan generasi keempat yang mengusung konfigurasi delta-canard yang menerapkan sistem kontrol fly-by-wire digital. Dapur pacu dari pesawat ini merupakan versi modifikasi dari mesin turbofan F404J yang telah terbukti keandalannya. Mesin ini dikembangkan dan diproduksi oleh Volvo Glygmotor dan dilengkapi dengan system afterburner baru.

Tidak seperti pesawat Viggen, JAS 39A tidak memiliki system pengereman pembalik daya dorong mesin, tetapi pesawat ini masih memiliki kemampuan mendarat pada landasan pendek yang sangat baik. Ericsson mengembangkan radar multi-mode canggih, pulsa-Doppler PS-05 / A. Gripen juga dilengkapi dengan HUD holografik sudut lebar dan FLIR yang empuk untuk misi serangan dan pengintaian.

Lima unit purwarupa dan 30 unit pesawat produksi awalnya telah diproduksi, purwarupa pertama juga telah berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1988. Pada bulan Juni 1992, batch kedua dari 110 unit pesawat, termasuk 14 unit JAS 39B dengan konfigurasi dua kursi, telah dipesan. Masalah dengan perangkat lunak kontrol penerbangan mengakibatkan hilangnya dua purwarupa dan JAS 39A produksi pertama, yang mengakibatkan keterlambatan pada tanggal in-service sementara peningkatan perangkat lunak masih terus dikembangkan. Akhirnya, 2 Divisionen F7 di Satenas dinyatakan siap tempur di JAS 39A pada akhir 1997.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia

Selasa, 05 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter Mikoyan MiG-31BM



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies pesawat tempur multiperan alias Multi-role Fighter dari Rusia. Pesawat ini menjadi ikon dari kedigdayaan pesawat tempur Rusia, karena pesawat ini memang memancarkan falsafah Rusia dari setiap segmennya. Pesawat ini seakan mewakili perspektif Rusia mengenai kekuatan dan juga daya tahan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pengembangan pesawat ini dimulai pada tahun 1997. Purwarupa pertama diperkenalkan kepada publik pada tahun 1998. Purwarupa kedua berhasil dirampungkan pada tahun 2006. Pada tahun 2011 Departemen Pertahanan Rusia menandatangani kontrak pertama untuk meningkatkan total 60 pesawat versi lawas ke varian terbaru ini. Pengiriman ke Angkatan Udara Rusia dimulai pada 2011. Kontrak lanjutan untuk peningkatan lebih dari 50 pesawat ditandatangani pada 2014.

Pada tahun 2017, total 110 unit pesawat dilaporkan telah ditingkatkan ke standar MiG-31BM dan MiG-31BMS. Upgrade atau peningkatan ini memungkinkan untuk memperpanjang masa pakai pesawat yang lebih tua paling tidak selama 15 tahun ke depan. Menurut satu sumber, Departemen pertahanan Rusia berencana untuk meningkatkan semua armada MiG-31 yang operasional ke dalam versi terbaru ini.

MiG-31BM disebut sebagai pesawat tempur multi peran yang sebenarnya. Pesawat ini mampu melakukan tugas penyergapan jarak jauh, penyerangan presisi dan fungsi patrol serta pertahanan. Salah satu perannya adalah mengeliminir atau paling tidak mereduksi sistem pertahanan udara musuh. Dengan kata lain, pesawat ini adalah salah satu pesawat tempur paling mematikan di dunia.

Pesawat tempur ini memiliki performa yang terbilang menakjubkan. diantaranya kecepatan maksimumnya cukup tinggi, elevasi maksimumnya juga menakjubkan dan kecepatan menanjak yang superior. Sayangnya, demi mengejar kelebihan tersebut, pesawat ini harus mengorbankan performanya dari sisi kemampuan manuver. Walaupun demikian, MiG-31BM adalah salah satu pesawat tempur tercepat yang pernah. Pesawat ini dapat mencapai kecepatan maksimum hingga 3.000 km/jam.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter Mikoyan MiG-31BM. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Ksatria Udara Rusia, Mikoyan MiG-31BM - Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Senapan
#Senapan_Penembak_Runduk
#Amerika_Serikat

Kamis, 03 Oktober 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multiperan / Multirole Fighter - McDonnel Douglas F-4 Phantom II



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies pesawat tempur multiperan alias multi role aircraft rancangan dari Amerika Serikat. Secara sepintas pesawat ini memang terlihat sangat mengerikan, dengan konfigurasi dua mesin yang sangat kuat, pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan lebih dari dua kali kecepatan suara. Pada era dimana pesawat ini muncul, dunia pesawat tempur memang masih mengikuti trend dimana kecepatan adalah faktor utama. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat F-4 yang canggih ini (untuk ukuran waktu itu memang canggih) tanpa dukungan radar darat sekalipun dapat mendeteksi dan menghancurkan target bahkan sebelum target terlihat (BVR – Beyond Visual Range). Menurut satu catatan resmi (catatan versi Amerika Serikat tentu saja), pada saat Perang Vietnam dan Perang Teluk saja, F-4 membukukan 280 angka kemenangan di udara. Saat mengusung peran sebagai pesawat pembom, pesawat ini mampu membawa muatan bom sampai seberat 5 ton, menjatuhkannya secara akurat di atas target sambil terbang dengan kecepatan supersonic pada elevasi yang sangat rendah.

Pesawat F-4 Phantom dapat terbang dengan kecepatan dua kali kecepatan suara dengan mudah, dan ini menjadi salah satu sebab mengapa pesawat ini disukai oleh pilotnya. Pesawat ini juga disukai para pilotnya karena menjadi pesawat andalan yang mampu melaksanakan berbagai misi sekaligus, dan mengantarkan pulang dengan selamat. 

Pesawat F-4 juga meraih rekor untuk ketinggian terbang (98.556 kaki atau sekitar 30.100 meter pada tanggal 6 Desember 1959), kecepatan terbang (2.585 km/jam pada tanggal 22 November 1961). Dan kecepatan tinggi di elevasi rendah 1.452 km/jam, dan rekor tersebut tetap tak terkalahkan selama 16 tahun.

Produksi pesawat Phantom dilaksanakan pada kurun waktu tahun 1958 sampai dengan 1979 dan telah memproduksi sebanyak 5.195 unit. Dari jumlah ini, 5.057 unit dibuat di St. Louis, Missouri, sedangkan 138 unit diproduksi secara lisensi oleh pabrikan Mitsubishi Aircraft di Jepang. Pembuatan pesawat F-4 mencapai puncaknya pada tahun 1967 ketika pabrik McDonnell menghasilkan 72 unit pesawat Phantom per bulan. USAF mengoperasikan 2.874 unit, sedangkan US Navy dan US Marine Corps mengoperasikan 1.264 unit.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multiperan / Multirole Fighter - McDonnel Douglas F-4 Phantom II. Untuk ulasan yang jauh lebih lengkap, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multiperan / Multirole Fighter - McDonnel Douglas F-4 Phantom II")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank
#Amerika_Serikat
#Perang_Dunia_II

Kamis, 26 September 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan atau multirole aircraft hasil kerja sama tiga negara, yaitu: Italia, Inggris, dan Jerman. Pesawat tempur ini boleh dikatakan mewakili kehebatan dari masing-masing negara yang turut serta merancangnya, dimana pesawat ini muncul menjadi pesawat yang cukup hebat pada masanya. Seperti halnya pesawat alutsista yang dirancang pada era 70-an, dimana Perang Dingin masih dalam skala yang intens, pesawat ini memang sengaja dirancang untuk menghadapi blok Timur dengan persenjataan yang masif. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat produksi pertama lepas landas pada tanggal 14 Agustus 1974 di Manching, Jerman. Menurut rencana awal, RAF membutuhkan setidaknya 220 unit pesawat Tornado GR1, versi serang dan salah satunya telah hadir di Tri National Tornado Training Establishment (TITE) di RAF Cottesmore pada tahun 1980.

Skuadron pertama yang diperkuat dengan pesawat Tornado adalah Squadron No. 9 di Honington pada bulan Juni 1982. Tornado GR1 yang berkemampuan serang nuklir ini akhirnya melengkapi total 10 squadron tempur garis depan, yang posisinya berada di Inggris dan Jerman. Fungsi dari squadron-squadron ini adalah sebagai garda terdepan dalam menghadapi kekuatan militer Pakta Warsawa.

Tornado merupakan salah satu dari sedikit pesawat militer saat itu yang memiliki sayap geometri variable (sayap sayung). Posisi sudut sayap dapat dirubah guna memaksimalkan performa manuver di segala kecepatan.

Untuk lepas landas dan mendarat, sayap disayungkan dengan sudut 25 derajat dengan wing slat dan flap turun, sehingga menghasilkan gaya angkat yang maksimal dalam kecepatan yang rendah. Pada saat terbang normal, sayap Tornado membentuk sudut 45 derajat. Dan ketika pesawat ini terbang dalam kecepatan yang tinggi, maka sayapnya disayungkan sampai dengan sudut maksimal, yaitu 67 derajat.

Varian dari GR1 kemudian dimodernisasi atau ditingkatkan menjadi versi GR4. Varian GR 4 dilengkapi dengan instrument Forward Looking Infrared (FLIR), juga dilengkapi dengan HUD atau Head Up Display yang berlayar lebar, tata letak instrument indicator di kokpit jauh lebih ergonomis, alat bantu penglihatan malam  (Night Vision Google – NG), peningkatan dan perbaikan pada system senjata dan juga avionic, penerapan system perangkat lunak terbaru, dan juga Global Positioning System (GPS).

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4. Untuk ulasan yang jauh lebih lengkap, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Italia
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur

Rabu, 11 September 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - JF-17 Thunder


Pesawat Tempur Multiperan - JF-17 Thunder
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multiperan atau multi role fighter dari Cina. Pesawat tempur ini cukup banyak peminatnya, salah satunya adalah Pakistan. Walaupun pesawat ini belum pernah teruji dalam pertempuran yang sebenarnya, namun dari keterangan beberapa pengguna, pesawat ini meiliki performa yang cukup baik. Dan kelebihan yang paling utama adalah dalam segi harga yang tidak setinggi pesawat produk barat dengan spesifikasi yang sama. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Secara umum, pesawat JF-17 Thunder memiliki konfigurasi aerodinamis konvensional. Pesawat ini menggunakan dapur pacu mesin turbofan Klimov RD-93 dengan afterburner buatan Rusia. Mesin ini adalah derivative dari mesin RD-33, yang juga digunakan pada pesawat MiG-29.

Pada tahun 2007, sebuah kontrak ditandatangani untuk pengadaan 150 unit mesin RD-93 untuk pesawat JF-17, yang nantinya akan diekspor ke Pakistan. Cina juga mengembangkan mesin turbofan secara mandiri, yang merupakan salinan dari mesin RD-93, tetapi ditingkatkan dengan beberapa modifikasi.  Mesin produksi lisensi tersebut diberi kode sebagai WS-13 (Tianshan-21).

Pesawat tempur multi-peran Thunder yang dikirim ke Pakistan dilengkapi dengan radar Doppler pulsa multi-track Grifo S-7 Italia. Radar ini memiliki kemampuan melihat ke bawah dan menembak. Radar lain dapat dipasang. Beberapa sumber mengklaim, pesawat itu dilengkapi dengan radar Rusia. Sistem Avionik akan ditingkatkan secara bertahap dalam batch selanjutnya.

Pesawat ini ditujukan untuk misi pertahanan udara dan serangan darat. Senjata ini dipersenjatai dengan meriam twin-barrel 23 mm GSh-23 atau 30 mm GSh-30 tunggal. Muatan senjata maksimum adalah sekitar 3,7 ton. Ada lima pylon dan dua ujung sayap untuk rudal dan tangki bahan bakar. JF-17 memiliki kemampuan menyerang di luar jangkauan visual (beyond visual range).

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - JF-17 Thunder. Untuk ulasan yang jauh lebih lengkap, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - JF-17 Thunder")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 


Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Cina