Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia ke II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia ke II. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2025

Pustaka Tentang Si Pelumat Panzer - Pesawat Anti Tank - Serang Darat / Anti Tank - Close Support - Heinschel Hs-129 Panzerknacker - Bagian 2



Pustaka kali ini akan membahas dengan ringkas, tentang satu alutsista unik dari jenis pesawat serang darat lansiran dari Jerman saat Perang Dunia II. Pesawat serang darat ini secara sekilas memang tidak terlalu menyeramkan, namun pada masanya, pesawat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi barisan lapis baja lawan. Dipersenjatai dengan meriam kaliber besar, pesawat ini dengan sangat mudah melumat tank milik pasukan Sekutu dari jenis apapun. Bukan hanya itu, barisan artileri lawan juga seakan menjadi tak aman lagi dengan kehadiran pesawat ini. Sayangnya, nasib alutsista ini sama dengan sebagian besar alutsista hebat buatan Jerman saat Perang Dunia II, yaitu harus kalah karena jumlahnya yang sedikit dan juga tarhambat dalam hal inovasi dan regenerasi. Walaupun masa operasional pesawat ini tergolong singkat, tetapi kehadiran pesawat ini menjadi inspirasi bagi pesawat-pesawat pelumat tank di masa-masa selanjutnya, seperti pesawat legendaris A-10 Warthog dari Amerika Serikat dan juga Su-25 Frogfoot daru Rusia. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya: 

HS-129 B-1

Bahkan sebelum varian A-1 dikirimkan, pesawat itu dirancang ulang menggunakan mesin radial Gnome-Rhône 14M, yang dirampas dalam jumlah tertentu ketika Perancis diokupasi Jerman dan terus diproduksi di bawah pendudukan Jerman. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 522 kW (700 hp) untuk tinggal landas, dibandingkan dengan mesin Argus yang hanya mampu menghasilkan tenaga sebesar 347 kW (465 hp). Mesin Radial Gnome-Rhone juga dibuat dalam versi dengan arah putaran berlawanan untuk arah putaran baling-baling, dan dipasang pada Hs 129 dengan mesin bagian kiri berputar searah jarum jam dan mesin bagian kanan berputar berlawanan arah jarum jam, jika dilihat dari arah depan. 

Model perputaran mesin yang berlawanan sangat efektif dalam mereduksi (bahkan menghilangkan) masalah torsi mesin. Pesawat A-1 dikonversi menjadi Hs 129 B-0 untuk pengujian (meskipun telah diklaim bahwa beberapa pesawat versi ini dijual ke Rumania) dan respon pilot terhadap pesawat ini dilaporkan sangat baik (banyak pilot yang menyukai kinerja varian ini, karena lebih baik kinerja dan performanya). Keluhan utama mereka adalah pandangan dari kanopi, jadi satu kaca depan yang lebih besar dan kanopi baru dengan penglihatan yang jauh lebih baik ditambahkan, menghasilkan model produksi Hs 129 B-1.

Demikianlah ulasan singkat tentang  Pertarungan Antara Dua Pesawat Tempur dari Dua Kekuatan Besar, MiG-21 vs F-4. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang_darat
#Attack_Aircraft
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Jumat, 14 Februari 2025

Pustaka Tentang Monster Baja NAZI Jerman, Sang Penebar Maut - Tank Tempur Berat / Heavy Tank - PzKpfw VI (Panzerkampfwagen VI) "TIGER" (Bagian 2)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies tank tempur berat alias heavy tank hasil racikan dari Jerman. Tank ini memang sangat terkenal dan menjadi legenda pada saat Perang Dunia II. Reputasinya yang sangat menakutkan pada saat perang besar tersebut membuat barisan tank Sekutu akan berusaha keras untuk menghindari konfrontasi langsung dengan tank ini. Reputasi Tiger yang sangat menakutkan ini tercipta karena berbagai sebab, diantaranya adalah senjata utamanya yang sangat mematikan (kaliber 88mm), lapisan baja yang sangat tebal, dan dibumbui dengan kepiawaian kru dalam memaksimalkan tank ini. Dengan segudang kelebihan tadi, tak aneh rasanya jika tank-tank sekutu lebih memilih kabur pada saat bertemu dengan tiger, atau jika memang harus berhadapan langsung, tank-tank Sekutu akan memilih strategi keroyokan ketimbang harus bertempur satu lawan satu. Walaupun dalam kenyataan yang sebenarnya, performa tank tiger tidaklah se"superior" seperti yang diberitakan di media-media, tetapi Tiger tetaplah menjadi alutsista yang sangat menakutkan pada saat Perang Dunia II. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Kebanyakan ace tank Jerman yang paling ternama dalam Perang Dunia II mencatat kemenangan-kemenangan gemilang bersama tank Tiger. Banyak kisah menarik tentang ketangguhan tank Tiger di medan pertempuran. Misalnya seperti kisah tentang Tiger yang dipimpin oleh SS-Oberscharführer Franz Staudegger, seorang prajurit muda yang baru berusia 20 tahun, yang seorang diri berhasil menghancurkan 22 unit tank T-34 Uni Soviet dalam pertempuran Kursk.

Dimulai ketika pada 5 Juli 1943, Batalion ke-2 Resimen Panzer Jerman "Leibstandarte" dari Divisi pertama SS-Adler melancarkan serangan ke posisi musuh. Franz Staudegger terpaksa tinggal di belakang karena tank Tigernya mengalami kerusakan. Seorang pengintai memberi berita bahwa satu rombongan besar yang terdiri kurang lebih 50-60 tank T-34 sedang melaju cepat ke arahnya.

Setelah selesai dengan proses perbaikan, Franz Staudegger memacu Tigernya untuk menyongsong rombongan T-34 tersebut. Pertempuran tidak dapat dihindari. Dalam 2 jam, Franz Staudegger berhasil menghancurkan 17 unit T-34. Tidak ada satu pun tembakan T-34 yang mempan terhadap tank Tigernya. Pasukan Uni Soviet memilih menarik mundur pasukannya. Franz Staudegger sedang dalam semangat yang berkobar-kobar dan memutuskan untuk mengejar tank Uni Soviet tersebut. Semua ini dilakukan seorang diri.

Demikianlah ulasan singkat tentang Monster Baja NAZI Jerman, Sang Penebar Maut - Tank Tempur Berat / Heavy Tank - PzKpfw VI (Panzerkampfwagen VI) "TIGER" (Bagian 2). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank
#Tank_Tempur_Berat
#Heavy_Tank
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Minggu, 09 Februari 2025

Pustaka Tentang "Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?"



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pistol mitraliur alias submachine gun dari Rusia. Pistol mitraliur ini seolah melekat pada pasukan Rusia pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Gambarannya adalah, setiap kali ada foto maupun rekaman film yang mengulas mengenai pasukan Rusia saat perang tersebut, sebagian besar dari dokumentasi akan menampilkan pasukan itu menyandang senapan serbu PPSh-41. Bukan hanya itu, bahkan hampir di semua monumen yang menampilkan personel pasukan Rusia saat Perang Dunia II, sebagian besar pasti menyandang pistol mitraliur ini. Hal ini tentu saja sangat menarik, karena pasti ada sebab lain selain dari populasi senjata ini yang emmang luar biasa banyaknya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pada era 1930-an, Uni Soviet secara eksklusif melihat fungsi pistol mitraliur (submachine gun) hanya sebagai senjata pendukung, sementara posisi senapan Mosin-Nagant sebagai senjata utama tetap tak tergantikan. Saat itu, jumlah senapan mesin ringan (senapan Degtyaryov [PPD] yang rumit dan mahal) yang digunakan tentara Uni Soviet jumlahnya tidak banyak.

Namun, keandalan senapan mesin ringan Suomi KP/-31 milik pasukan Finlandia selama Perang Musim Dingin telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Uni Soviet, bahwa pistol mitraliur inilah jenis senjata masa depan.

Akhirnya, Uni Soviet mulai belajar dari pengalaman dan mulai memproduksi pistol mitraliur Shpagin yang murah dan efektif. Meski produksi massalnya baru dimulai pada akhir tahun 1941, Tentara Merah sudah menggunakan pistol mitraliur PPSh-41 ini sejak 21 Desember 1940.

Para prajurit sering menyebut PPSh-41 dengan kata “Papasha” (dalam Bahasa Rusia berarti “papa”) karena ketiga huruf singkatannya (dalam bahasa Rusia, “Sh” [Ш] adalah huruf tersendiri) terdengar demikian saat diucapkan sekaligus. PPSh sendiri merupakan singkatan Pistolet-Pulemyot Shpagina (pistol mitraliur Shpagin).

Dengan lebih dari lima juta unit, PPSh-41 adalah senapan mesin ringan yang paling banyak diproduksi. Sebagai perbandingan, senapan mesin ringan MP-40 Jerman hanya diproduksi sebanyak satu jutaan unit saja.

Demikianlah ulasan singkat tentang pistol mitraliur PPSh-41 yang sangat terkenal. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II
#Rusia

Selasa, 10 Desember 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 7



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak lansiran dari Jerman yang malang melintang pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai kendaraan pendukung daya tembak pasukan infantri, namun sepakterjangnya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:
The StuH 42

Pada tahun 1942, varian Ausf.F menggunakan meriam howitzer kaliber 4,1 in (105 mm) dengan nama varian ini adalah Sturmhaubitze 42, Sd.Kfz.142 / 2. Varian ini adalah seri terupdate (walaupun terambat) ke peran dukungan infanteri dekat, tetapi dengan sasis yang lebih modern, karena lebih banyak Ausf.F / 8s (panjang) dan Ausf.Gs digunakan untuk peran antitank. 

Howitzer berasal dari leFH 18 10,5 cm dengan sistem pemicu penembakan elektrik dan peredam hentakan laras, meskipun fitur yang terakhir sering dihilangkan karena kurangnya bahan baku. Sekitar 1.300 unit diproduksi oleh Alkett dari Maret 1943 hingga Maret 1945, setelah pengiriman awal 12 kendaraan diuji dari F dan F / 8 yang diperbaiki antara musim gugur 1942 dan Januari 1943.

StuG III (Flamm)


Pada tahun 1943, sepuluh versi awal, disimpan di depot, dipilih untuk dimodifikasi, senjata utama digantikan oleh penyembur api Schwade. 
Penggunaan operasional varian ini ternyata meragukan, karena tidak ada laporan yang menyatakan penggunaan varian dalam pertempuran, dan pada tahun 1944 varian ini dikembalikan ke depot.

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 5. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 7")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Sabtu, 07 Desember 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 6



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak lansiran dari Jerman yang malang melintang pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai kendaraan pendukung daya tembak pasukan infantri, namun sepakterjangnya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pada Maret 1943, penyederhanaan dilakukan sampai meniadakan periskop untuk jurumudi. Rol logam juga ditambahkan karena Jerman sudah mulai kekurangan bahan mentah karet. Road wheel dengan konfigurasi hemat karet telah diuji secara singkat pada bulan November 1942, tetapi tidak diadopsi. 

Pada Mei 1943, Alkett mulai memasang Schurzen (lembaran pelindung samping berlapis baja), tapi fitur ini kemudian dilepas dan fiksasi itu kemudian terbukti tidak memadai di Kursk (ini diperbaiki pada Maret 1944). Plat armor 80 mm (3,15 in) digunakan sebagai ganti armor appliqu. Persenjataan utama tidak berubah, tetapi ditandai dengan mantlet pot topfblende bulatnya setelah November 1943. 

Pascaperang, fitur ini disebut "kepala babi" (Saukopf atau Saukopfblende). Tidak ada pemasangan koaksial, dan proteksinya setebal 45 mm hingga 50 mm (1,77-1,97 in). Pada bulan Juni 1944, proteksi ini kekurangan pasokan bahan baku dan proteksi konfigurasi awal berbentuk trapesium muncul kembali di sampingnya. Pada Juni 1944, Stugg III mulai ditambahkan fitur senapan mesin koaksial MG 34. 

Perubahan besar lainnya adalah adopsi kubah berputar dengan periskop, yang kemudian diganti dengan kubah yang dilas, karena bantalan besi baja berbentuk bola mulai menipis stocknya. Varian Ini juga telah mengadpsi fitur deflektor tembakan yang digeneralisasi pada Februari 1944. Pelapisan anti-magnetik Zimmerit diterapkan di pabrik hanya selama satu tahun, dari September 1943 hingga September 1944.

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 5. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 6")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Kamis, 05 Desember 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 5



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak lansiran dari Jerman yang malang melintang pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai kendaraan pendukung daya tembak pasukan infantri, namun sepakterjangnya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Seri "long barrel", Ausf.F dan F8


Serial ini dikenal oleh Waffenamt sebagai Sd.Kfz.142 / 1.


-The Ausf.F adalah peningkatan paripurna yang dasar-dasarnya diambil dari pengalaman perang melawan tank-tank Rusia dan kebutuhan mendesak akan senjata berkecepatan tinggi di setiap platform yang tersedia. Varian ini muncul di jalur produksi pada Maret 1942. Senata utamanya adalah Meriam rancangan baru 7,5 cm StuK 40 L / 43. 

Panjang larasnya 3,3 m, dan meriam ini mampu membalik keadaan pertempuran, dengan kecepatan laras mencapai 740 m/s ketika menggunakan amunisi Panzergranat-Patrone 39 yang memiliki kemampuan armor penetration. Pzgr.Ptr.39 memang terbukti mampu menembus proteksi baja sampai dengan ketebalan 99mm (3,9 in) pada posisi armor yang miring pada jarak dekat (100 m), dan masih mampu menembus hingga ketebalan 63mm (2,48 in) dari jarak tembak 2000 m. 

Kisaran jarak tembak yang optimal adalah 500 m, karena ketiadaan turret, maka kmampuan menembaknya bisa menembus ketebalan baja hingga 91mm (3,58 in) pada kemiringan sudut 30 °. Prestasi ini terbukti cukup untuk menghancurkan tank T-34/76A dan T-34/85 yang merupakan bagian dari tulang punggung Pasukan Merah dan akhirnya peran StuG bergeser dari kendaraan pendukung infantri menjadi tank perusak hampir di semua front. 

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 5. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 5")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 4



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak lansiran dari Jerman yang malang melintang pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai kendaraan pendukung daya tembak pasukan infantri, namun sepakterjangnya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Mesin


Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) menggunakan dapur pacu mesin berbahan bakar bensin Maybach HL 120 TRM V-12 yang diproduksi secara massal dan dapat diandalkan, menghasilkan daya sekitar 300 PS (296 hp atau 221 kW) dan rasio daya / berat 12,6 hp / ton, terhubung dengan transmisi enam percepatan. Wheeltrain terdiri dari enam roadwheel berpasir berpasangan yang dipadankan dengan peredam model lengan puntir, dan tiga rol gulung ganda per sisi. Sprocket drive ada di depan, sedangkan idler di belakang. Trek dibuat dari baja ringan dan identik dengan model pada Panzer III.
Seri "short barrel", Ausf.A hingga E

Versi-versi ini dikenal oleh Waffenamt sebagai Sd.Kfz.142.


-Hanya 36 Ausf.As diproduksi oleh Daimler-Benz AG antara Januari dan Mei 1940. Yang pertama dikirim pada September 1939 dan seluruh seri selesai pada April 1940. Enam terakhir didasarkan pada sasis Panzer III Ausf.G. Namun, karena banyak kesalahan produksi, hanya empat baterai (15 kendaraan) yang dikirim ke Perancis pada Mei 1940.

-The Ausf.B diproduksi dengan jumlah yang jauh lebih besar (300), kali ini oleh Alkett, antara Juni 1940 dan Mei 1941. Varian ini hampir identik dengan Ausf.A, jika bukan untuk trek yang sedikit lebih besar (380 mm bukannya 360 mm ). Roadwheels standar saling bertautan dengan roadwheels eksternal berdimensi 520x95mm dan keduanya dapat dipertukarkan.

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 4. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 4")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Selasa, 03 Desember 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 3



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak racikan dari Jerman yang beroperasi pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai support daya tembak pasukan infantri, namun perannya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Persenjataan


Senjata utama dari Stug III ini adalah Kanone L / 24 Krupp 7,5 cm (dengan panjang laras 24 kaliber). Meriam ini pada dasarnya adalah meriam dengan laras pendek yang dirancang untuk menembakkan amunisi tipe HE di benteng dan posisi musuh. Meriam ini adalah modifikasi dari meriam tank 7,5 / KwK L / 24 cm yang awalnya dirancang untuk digunakan pada Panzer IV (PzKpfw IV). Amunisi dari meriam ini mampu menghancurkan blockhauses dan pillboxes pada jarak pendek, menengah atau bahkan jarak jauh ketika berada di elevasi maksimal. Kampfwagenkanone 7,5 cm-37 L / 24 itu dilengkapi dengan berbagai jenis amunisi selama perang.

K.Gr.rot.Pz. adalah tipe amunisi yang mampu menembus lapisan proteksi dari baja, Kt.Kw.K. adalah amunisi tabung (canister), amunisi anti personel, Nbgr.Kw.K. adalah amunisi asap, Gr.38 Hl / A adalah amunisi High Explosive Anti-Tank, serta model / B dan / C. Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya adalah amunisi HE standar, Sprgr 7,5 cm.34, yang merupakan yang terberat dari semua tipe amunisi tersebut (7-8 kg).

Amunisi tipe HEAT, yang dipadankan dengan Meriam dengan velocity rendah (385 m/s), masih mampu menunjukkan kinerja yang baik, karena dapat menembus lapisan pelindung tank dengan ketebalan antara 39 dan 41 mm (1,54-1,61 in) dari jarak tembak antara 100 dan 500 m (110-550 yd), sedangkan pada jarak 2000 m (1,24 mi) kemampuan penetrasinya turun menjadi 30 mm (1,18 in) dengan tingkat akurasi yang rendah. Area penyimpanan amunisi pada tank perusak ini mampu menampung hingga 54 butir amunisi.

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 3. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 3")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Rabu, 27 November 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 2



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak racikan dari Jerman yang beroperasi pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai support daya tembak pasukan infantri, namun perannya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Desain StuG III


Perlindungan lambung

Versi produksi pertama didasarkan pada sasis Panzer III Ausf.F, dan membuat frontal armor dinaikkan menjadi 50 mm (1,97 in), bukannya 30 mm (1,18 in) dari seri pra-asli. Secara rinci, pelat depan driver tebal 50 mm (1,97 in) cenderung ke 9 °, hidung lambung cenderung 30 ° dan 50 °, juga tebal 50 mm (1,97 in). Superstruktur dan sisi lambung tebalnya 30 mm (1,18 in) tebal, vertikal, sedangkan pelat di bagian belakang, juga 30 mm (1,18 in), condong pada 10 dan 30 °. Atapnya hampir horizontal, tebal 10 mm (0,39 in). Dek mesin belakang adalah 16 mm (0,63 in), sedangkan pelat perut diukur 15 mm (0,59 in). Mantel senjata dan recuperator tebalnya 50 mm (1,97 in). Kemudian, sisi superstruktur menerima pelat tambahan 8 mm (0,31 in.) Yang condong pada 30 °, dan bertujuan untuk mengalahkan amunisi AP inti tungsten Perancis.

Kubah / Selubung body

Casemate lapis baja itu pendek dan besar, menutupi bagian dari pengawal setelah penambahan 8 mm (0,31 in) lereng samping. Ada lubang besar di bagian depan, untuk pemasangan senjata utama yang besar. Kemiringan ganda frontal sangat lapis baja, hingga 50 mm (1,97 in) di Ausf.A. Ada dua palka kecil dua bagian untuk pengemudi di bagian depan, dua palka besar dua bagian untuk kru di bagian belakang penjara, dan ruang terbuka di sebelah kiri untuk periskop komandan. 

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 2. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 2")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Senin, 25 November 2024

Pustaka Tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 1



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe tank destroyer alias tank perusak racikan dari Jerman yang beroperasi pada saat Perang Dunia II. Walaupun di Jerman sendiri, kendaraan ini tidak disebut sebagai tank perusak, melainkan sebagai support daya tembak pasukan infantri, namun perannya kemudian melebar menjadi tank perusak pada saat perang sedang berjalan. Dan memang, pada saat Perang Dunia II tersebut, tank perusak StuG III benar-benar menjadi tulang punggung pasukan darat Jerman. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Bermula di Perang Dunia I


Awal dari Sturmgeschütz ("diterjemahkan sebagai meriam serbu") dapat ditemukan dalam konsep "Sturmartillerie" Von Manstein. Telah ditemukan, kembali pada Perang Dunia Satu, bahwa Sturmtrüppen tidak memiliki cara yang efektif untuk berurusan dengan bunker beton bersenjata (pillbox) dan benteng setempat. Pada saat itu,  untuk membawa perlengkapan howitzer atau artileri standar untuk tembakan langsung merupakan hal yang nyaris mustahil, sehingga dibuatlah suatu kendaraan, yang mampu membawa sistem artileri sendiri, sekaligus mengoperasikannya. Tetapi pada tahun 1918 semua rencana untuk mewujudkan hal ini menjadi padam, seiring kekalahan Jeman pada Perang Dunia I.

Berikut ini adalah terjemahan dari dokumen asli Jerman yang memulai pengembangan StuG III, sebagai senjata pendukung infanteri artileri serang (Stumartillerie): 

“Perhatikan bahwa peran utama senjata ini adalah untuk mengeliminir pos/kedudukan senapan mesin musuh. Senjata ini tidak boleh digunakan sebagai fungsi artileri. Kemampuan senjata ini untuk menembak secara tidak langsung pada target haruslah dianggap tidak ada. Senjata ini dibatasi untuk menembak sasaran secara langsung dengan target dalam jarak 4 km menggunakan amunisi dengan daya ledak tinggi. (Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia ke II, senjata ini dilengkapi dengan amunisi tipe armor penetration untuk menghadapi tank musuh yang berada dalam jarak 500 m).

Demikianlah ulasan singkat tentang Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 1. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tulang Punggung Wehrmacht Yang Terlupakan, Tank Perusak - Sturmgeschütz III (StuG III) - Bagian 1")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank_Perusak
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Senin, 04 November 2024

Pustaka Tentang Roket Berawak Luftwaffe Jerman, Bachem Viper Natter



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe roket berawak lansiran dari Jerman. Alutsista ini memang super unik, karena tidak seperti pesawat pada umumnya, alutsista ini dapat digolongkan sebagai roket yang memioiki awak. Walaupun sekilas seperti lompatan maju dalam teknologi, tetapi sesungguhnya alutsista ini adalah gambaran dari kondisi Jerman yang hancur lebur di penghujung Perang Dunia II, sehingga Jerman memanfaatkan segala sesuatu yang tersisa untuk bertahan dari gempuran lawan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

BP 20 diproyeksikan sebagai pesawat pencegat kecil dan ringan, sekali pakai, yang murah dan dapat diproduksi massal secara cepat, yang mampu menghancurkan setiap pesawat pembom musuh menggunakan sistem amunisi dan persenjataan sesedikit mungkin. Untuk mencapai tujuan ini, proyek ambisius ini menerapkan sistem lepas landas roket vertikal yang diikuti oleh sistem pendaratan terpisah dan pendaratan pilot dan pesawat oleh parasut yang terpisah. Pihak perancang meyakini, bahwa pilot yang hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki pengalaman hanya akan membutuhkan sedikit waktu pelatihan saja untuk mampu menguasai pesawat ini, dimana hal ini sangatlah penting pada periode akhir perang, dimana sumber daya, baik itu mesin, manusia, bahan bakar, dan sebagainya, sudah sangat menipis. 

Erich Bachem berasumsi, bahwa penempatan pesawat ini pada area-area yang vital, dalam jumlah yang memadai, dapat mengurangi bahkan menangkal gelombang serangan pesawat pembom yang semakin menggila di akhir perang. 

Kelebihan pesawat Natter lainnya termasuk penghematan dalam jumlah penggunaan baja dan bahan bakar untuk produksi dan juga operasional serta kemampuan untuk dimobilisasi dengan cepat dari lokasi kecil yang disamarkan. Kelebihan lain dari pesawat ini adalah motor roket yang digunakan dapat dengan mudah diperbaiki dan digunakan Kembali. Secara umum, pesawat ini dapat dikatakan sebagai roket berawak.

BP 20 terbuat dari konstruksi kayu dan akan diproduksi tanpa menggunakan rekayasa pres kayu yang rumit. Sebagian besar bagian dari pesawat ini dapat dibuat di bengkel kayu kecil yang banyak tersebar di Jerman, tanpa mengganggu kebutuhan industri pesawat terbang yang ada. Menurut Erich Bachem, hanya diperlukan 600 orang-jam untuk memproduksi satu badan pesawat, tidak termasuk motor roket HWK 509 A-2, yang relatif mudah dibuat jika dibandingkan dengan mesin turbojet canggih.

Demikianlah ulasan singkat tentang Roket Berawak Luftwaffe Jerman, Bachem Viper Natter. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Roket Berawak Luftwaffe Jerman, Bachem Viper Natter, Simbol Keputusasaan Jerman di Akhir Perang")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Roket
#Perang_Dunia_II

Jumat, 04 Oktober 2024

Pustaka Tentang Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber – Tupolev SB



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies pesawat pembom medium alias medium bomber dari Rusia. Pesawat pembom medium ini oeprasional pada saat Perang Dunia II berkecamuk, dan menjadi salah satu alutsista andalan Rusia untuk menghadang laju pasukan Jerman yang pada saat itu seakan tak terkalahkan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Tupolev ANT-40 SB (Skorosnoy Bombardirovschik atau pesawat pembom berkecepatan tinggi) memiliki elemen awal rancangan Tupolev dan konfigurasi konstruksi stressed skin yang dibungkus logam seluruhnya (pada jaman itu, sebagian pesawat masih berkonstruksi paduan antara logam dan fabric). 

Produksi pesawat ini dimulai pada tahun 1935, versi awal pesawat ini memiliki dapur pacu mesin M-100 dengan daya 750hp, lalu ditingkatkan dengan mesin M-100A dengan daya 860hp. Pesawat SB-2bis menjadi versi produksi terakhir, terbang pertama kali pada bulan Oktober 1936 dan diperkuat dengan mesin M-103 dengan daya 960hp. Sekitar 6.650 unit SB diproduksi sebelum produksinya dinyatakan berakhir pada penghujung tahun 1940.

Pesawat Tupolev SB memperkuat pasukan Republik pada saat Perang Saudara Spanyol berkecamuk. Pada saat pertempuran tersebut, beberapa negara telah menjadikan Spanyol sebagai tempat uji coba bagi persenjataannya, dan memasok persenjataan  secara gratis (bahkan juga kru-nya) bagi pihak-pihak yang bertempur. Berbeda dengan negara-negara yang terlibat, Rusia bertindak sebaliknya, yaitu meminta penggantian biaya sebelum pesawat miliknya terlibat dalam perang ini.

Pesawat Tupolev SB juga beraksi pada saat Nomonhan Incident, yaitu perang perbatasan melawan balatentara Kekaisaran Jepang di Mongolia pada tahun 1939. Pesawat ini juga digunakan untuk menghadapi pasukan Finlandia pada saat Rusia menginvasi Finlandia (Winter War), namun pada front tersebut terbukti bahwa pesawat ini telah ketinggalan jaman dan babak-belur pada saat harus menghadapi gempuran pesawat tempur Finlandia yang manuvernya lebih lincah.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber – Tupolev SB. Untuk ulasan yang jauh lebih lengkap, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber – Tupolev SB")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Pembom
#Rusia
#Perang_Dunia_II