Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2025

Pustaka Tentang Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)



Pustaka kali ini akan membahas dengan pendek dan ringkas, tentang satu type alutsista dari jenis pesawat interdiksi dan serang dari Rusia. Pesawat ini mungkin kiprahnya tidak terlalu "menggelegar" seperti pesawat tempur yang seakan menguasai jagat pemberitaan di berbagai media dunia. Walaupun demikian, kontribusi pesawat ini dalam suatu pertempuran tidaklah kecil dan juga bisa dibilang sangat penting, walaupun efeknya lebih ke efek strategis ketimbang taktis, dimana pesawat ini lebih sering operasional di belakang garis pertahanan lawan dan mengeliminir berbagai fasilitas vital pihak lawan (yang mana peran tersebut apabila dapat terlaksana secara efektif akan melumpuhkan kemampuan lawan dalam bermanuver). Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Desain Sukhoi Su-24 dimulai pada awal 1960-an. Sukhoi, bagaimanapun, meninggalkan desain awalnya (sebuah pesawat bermesin ganda yang diperbesar yang didasarkan secara longgar pada konfigurasi Su-7, tetapi dengan kokpit tandem) untuk mampu mengadopsi mesin Delta T6 dengan konfigurasi jet angkat agar pesawat ini memiliki fitur lepas landas jarak pendek atau STOL. Sayangnya, mesin tersebut ternyata terlalu berat dan besar sehingga menimbulkan permasalahan pada bobot dan manuver. Untuk mengatasi hal ini, mesin T6 ini harus dirancang ulang.

Purwarupa modernisasi T-6-21G yang dihasilkan tidak memiliki fitur jet angkat (sehingga menyisakan ruang yang lebih besar untuk bahan bakar dan senjata) tetapi memiliki sayap ayun VG (variable geometry). Konfigurasi VG ditambahkan untuk meningkatkan kinerja lepas landas dan pendaratan. Pesawat melakukan penerbangan perdananya selama bulan Mei 1970 dan dipesan untuk diproduksi sebagai Su-24 pada akhir tahun 1970.

Produksi Su-24 dioperasikan di garis depan pada tahun 1973. Su-24 ditempatkan dengan kesatuan militer Uni Soviet di Jerman (Timur) pada tahun 1979, dan di Polandia. Pada tahun 1984, pesawat Su-24 dioperasikan secara penuh selama Perang di Afghanistan.

Su-24 asli mengalami sedikit perubahan dalam konfigurasi selama produksi, dan ini menyebabkan ASCC NATO hanya menetapkan tiga kode identifikasi (Fencer-A hingga -C) untuk pesawat SU-24. 

Itulah tadi pembahasan ringkas yang mengulas tentang  Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang
#Pesawat_Serang_Taktis
#Rusia

Senin, 10 Maret 2025

Pustaka Tentang Penerus Senapan Serbu “Terbaik di Dunia”, Senapan Serbu / Assault Rifle - AKM



Pustaka kali ini akan membahas dengan pendek dan ringkas, tentang satu alutsista yang kesohor dari jenis senapan serbu alias assault rifle dari Rusia. Senapan ini merupakan pengembangan lebih lanjut alias modernisasi dari senapan serbu yang sudah amat sangat kesohor, AK-47. Sewaktu senjata ini di design, harapan dari perancangnya adalah untuk mendongkrak lagi performa dari AK-47, walaupun ternyata senjata ini tak mampu menyaingi kehebatan AK-47, tetap saja senjata ini menjadi salah satu senjata yang sangat populer di dunia. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya: 

Berawal dari keinginan militer Rusia untuk meningkatkan performa AK-47 yang kemudian ditanggapi oleh Mikhail Kalashnikov yang lalu mengirimkan rancangan versi baru AK-47 dengan beberapa perbaikan kecil. Setelah melalui ujicoba singkat, akhirnya modernisasi senapan serbu AK-47 ini diadopsi untuk untuk digunakan pada tahun 1959, diberi kode AKM, dan digunakan bersama dengan senapan mesin ringan RPK. AKM ini menjadi standar senjata pasukan infantri hingga tahun 1974. Pada tahun 1985 semua senapan serbu AKM diganti dengan AK-74 yang lebih baik. Senapan serbu AKM ini banyak diekspor ke luar negeri. Karena kehandalannya, sejumlah negara lalu melisensi senapan serbu ini untuk diproduksi di dalam negeri mereka. Senapan serbu AKM saat ini digunakan oleh setidaknya 35 negara di seluruh dunia.

Menanggapi permintaan ini, Mikhail Kalashnikov lalu mengirimkan rancangan versi baru AK-47 dengan beberapa perbaikan kecil. Setelah melalui ujicoba singkat, akhirnya modernisasi senapan serbu AK-47 ini diadopsi untuk untuk digunakan pada tahun 1959, diberi kode AKM, dan digunakan bersama dengan senapan mesin ringan RPK. AKM ini menjadi standar senjata pasukan infanteri hingga tahun 1974. Pada tahun 1985 semua senapan serbu AKM diganti dengan AK-74 yang lebih baik. Senapan serbu AKM ini banyak diekspor ke luar negeri. Karena kehandalannya, sejumlah negara lalu melisensi senapan serbu ini untuk diproduksi di dalam negeri mereka. Senapan serbu AKM saat ini digunakan oleh setidaknya 35 negara di seluruh dunia.

Terlepas dari semua peningkatan tersebut, senapan serbu AKM sayangnya memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dari kebanyakan senapan serbu milik blok Barat. Namun senjata ini tetap menjadi salah satu pilihan karena keandalannya yang tak tertandingi, ketangguhannya, kesederhanaannya dalam hal operasional dan pemeliharaannya. Senjata ini tidak akan macet atau cookoff dalam kondisi terburuk sekalipun. 

Demikianlah ulasan singkat tentang  senapan serbu AKM yang dirancang untuk menggantikan senapan standar AK-47. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Penerus Senapan Serbu “Terbaik di Dunia”, Senapan Serbu / Assault Rifle - AKM")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:

Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Senapan
#Senapan_Serbu
#Assault_Rifle
#Rusia

Minggu, 16 Februari 2025

Pustaka Tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multiperan atau lebih dikenal dengan multirole aircraft hasil racikan dari Rusia. Pesawat tempur ini memang bukanlah pesawat yang dirancang dari nol, melainkan pengembangan (atau modernisasi dan juga perbaikan) dari pesawat tempur yang sudah ada sebelumnya dan menag pesawat itu sudah terbukti sangat andal, baik dalam hal performa maupun dalam hal lain. Pesawat ini dimodernisasi dari pesawat tempur yang sangat kesohor, MiG-29, dan hasil modernisasi ini diberi nama MiG-35. Walaupun pesawat ini belum banyak membukukan catatan pertempuran, namun pihak perancang sangat yakin, bahwa pesawat ini akan mampu menorehkan sejarah baru dalam hal alutsista, sama seperti MiG-29. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur multi-peran MiG-35 dikembangkan berdasarkan design MiG-29M yang sudah teruji. Desain keseluruhan pesawat baru ini mirip dengan MiG-29 versi dasar. Purwarupa pertama adalah modifikasi pesawat, yang sebelumnya berfungsi sebagai demonstran model MiG-29M2. Biro desain Mikoyan mengklasifikasikan MiG-35 sebagai pesawat tempur generasi 4++. Karena bobot yang meningkat, pesawat baru ini sekarang digolongkan sebagai pesawat tempur kelas menengah.

Pesawat baru ini juga telah mendapat sentuhan modernisasi dan peningkatan pada avionik dan sistem persenjataan, terutama radar active phased array aktif Phazatron Zhuk. Radar baru ini mampu mendeteksi lebih banyak target, lebih tahan terhadap system gangguan elektronik dari lawan, memiliki jangkauan deteksi yang lebih jauh dan dapat melacak serta mengunci lebih banyak target secara bersamaan. 

Radar ini memiliki jangkauan deteksi sekitar 130-160 km untuk target udara dan 300 km untuk target permukaan (terutama kapal). MiG-35 dapat melacak 30 target dan mengunci 6 di antaranya secara bersamaan. Pesawat ini juga dilengkapi dengan dua sistem lokasi optik. Yang ke depan mencari serta mengunci target udara. Radar ini dapat mendeteksi pesawat lawan yang masuk setidaknya dari 50 km dan pesawat yang keluar setidaknya dari 90 km. Sistem lokasi optik kedua ditempatkan di bawah badan pesawat dan mencari target permukaan. Radar ini dapat mendeteksi tank pada jarak 20 km. Namun tampaknya avionik dan sensor MiG-35 performanya lebih rendah dibandingkan dengan pesawat tempur milik Barat. 

Demikianlah ulasan singkat tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Rusia
#Pesawat_Tempur

Rabu, 12 Februari 2025

Pustaka Tentang Modernisasi Tank Tempur Utama T-72, Tank Tempur yang Menolak Untuk Menjadi Tua



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies tank tempur utama alias main battle tank hasil racikan dari Rusia. Walaupun tank tempur ini memiliki kemampuan tempur yang dahsyat, tetapi Rusia ternyata merasa bahwa alutsista ini kurang maksimal apabila harus diterjunkan dalam pertempuran di masa kini maupun mendatang. Untuk itu, para pengambil keputusan di Rusia lalu berinisiatif untuk mendongkrak tank ini sehingga memiliki kemampuan tempur yang lebih tinggi ketimbang versi dasarnya. Dan hasilnya sudah bisa diprediksi, kemampuan tempur tank ini meningkat signifikan dan diperkirakan akan mampu terus operasional untuk paling tidak satu atau dua dekade kedepan, yang mana ini menjadi berita yang sangat bagus untuk Rusia maupun negara-negara yang masih menggunakan tank ini sebagai inventaris alutsistanya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Tank-tank T-72B3M pertama yang dimodernisasi sudah digunakan militer Rusia. Pada versi sebelumnya, tank ini dilengkapi dengan sistem pembidik multi saluran “Sosna-U” dengan sistem pelacakan target otomatis dan kanal pencitraan termal untuk mendeteksi target bahkan di tengah malam atau kondisi minim cahaya. Kini, para perancang telah meningkatkan sistem pengendalian tembakan tank dan memodernisasi kemampuan balistiknya dalam bentuk meriam 2A46M-5 125 mm.

Namun, dari semua fitur yang dimodernisasi, tank itu masih menggunakan sistem proteksi reaktif ledakan (ERA) yang boleh dibilang ketinggalan zaman. Pelindung lapis baja model  ERA (Explosive Reactive Armour) kini tak lagi mampu melindungi tank dari senjata-senjata antitank modern yang ada saat ini.

Modernisasi dari T-72B3 ke T-72B3M telah mengatasi permasalahan ini dan menyematkan pada tank ini beberapa fitur proteksi bonus tambahan.

Misalnya, T-72B3M kini sudah dilapisi dengan proteksi lapisan baja Relikt pada bagian sisi-sisinya, turret, dan bodinya, membuatnya sebanding dengan tank generasi baru T-14 Armata. Sekarang “kulit” monster Rusia ini lebih kebal dan dapat menahan serangan senjata anti tank modern.

Demikianlah ulasan singkat tentang Modernisasi Tank Tempur Utama T-72, Tank Tempur yang Menolak Untuk Menjadi Tua. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Semakin Garang dan Siap Tempur, Tank T-72 Dimodernisasi dengan Sejumlah Fitur Tempur nan Canggih")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Tank
#Tank_Tempur_Utama
#Main_Battle_Tank
#Rusia

Minggu, 09 Februari 2025

Pustaka Tentang "Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?"



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pistol mitraliur alias submachine gun dari Rusia. Pistol mitraliur ini seolah melekat pada pasukan Rusia pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Gambarannya adalah, setiap kali ada foto maupun rekaman film yang mengulas mengenai pasukan Rusia saat perang tersebut, sebagian besar dari dokumentasi akan menampilkan pasukan itu menyandang senapan serbu PPSh-41. Bukan hanya itu, bahkan hampir di semua monumen yang menampilkan personel pasukan Rusia saat Perang Dunia II, sebagian besar pasti menyandang pistol mitraliur ini. Hal ini tentu saja sangat menarik, karena pasti ada sebab lain selain dari populasi senjata ini yang emmang luar biasa banyaknya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pada era 1930-an, Uni Soviet secara eksklusif melihat fungsi pistol mitraliur (submachine gun) hanya sebagai senjata pendukung, sementara posisi senapan Mosin-Nagant sebagai senjata utama tetap tak tergantikan. Saat itu, jumlah senapan mesin ringan (senapan Degtyaryov [PPD] yang rumit dan mahal) yang digunakan tentara Uni Soviet jumlahnya tidak banyak.

Namun, keandalan senapan mesin ringan Suomi KP/-31 milik pasukan Finlandia selama Perang Musim Dingin telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Uni Soviet, bahwa pistol mitraliur inilah jenis senjata masa depan.

Akhirnya, Uni Soviet mulai belajar dari pengalaman dan mulai memproduksi pistol mitraliur Shpagin yang murah dan efektif. Meski produksi massalnya baru dimulai pada akhir tahun 1941, Tentara Merah sudah menggunakan pistol mitraliur PPSh-41 ini sejak 21 Desember 1940.

Para prajurit sering menyebut PPSh-41 dengan kata “Papasha” (dalam Bahasa Rusia berarti “papa”) karena ketiga huruf singkatannya (dalam bahasa Rusia, “Sh” [Ш] adalah huruf tersendiri) terdengar demikian saat diucapkan sekaligus. PPSh sendiri merupakan singkatan Pistolet-Pulemyot Shpagina (pistol mitraliur Shpagin).

Dengan lebih dari lima juta unit, PPSh-41 adalah senapan mesin ringan yang paling banyak diproduksi. Sebagai perbandingan, senapan mesin ringan MP-40 Jerman hanya diproduksi sebanyak satu jutaan unit saja.

Demikianlah ulasan singkat tentang pistol mitraliur PPSh-41 yang sangat terkenal. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II
#Rusia

Sabtu, 01 Februari 2025

Pustaka Tentang Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat pembom tempur alias fighter bomber aircraft dari Rusia. Pesawat pembom tempur ini sedari awal dirancang untuk mengusung tugas yang spesifik, yaitu menghancurkan sasaran-sasaran vital milik lawan yang letaknya jauh di dalam area lawan. Pesawat ini dirancang untuk memioiki kemampuan pertahanan diri alias tempur dalam batas-batas tertentu namun masih memiiki kemampuan sebagai pesawat pembom yang mumpuni. Dalam beberapa konflik, pesawat ini berhasil membuktikan diri sebagai alutsista yang mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Dalam sebuah artikel media barat disebutkan sejumlah keunggulan pesawat yang unik ini, seperti kokpitnya yang besar dan luas (pilot bahkan bisa berdiri tegak di dalamnya). Dan yang lebih “aneh” adalah, kokpit pesawat juga dilengkapi toilet dan dapur kecil.

Kabin atau “cangkang” kokpit terbuat dari material baja dengan tambahan proteksi berupa lapisan titanium. Dengan proteksi seperti ini, pilot akan terlindung dari tembakan senjata api dan senjata antipesawat ringan. Berbagai komponen lain yang bersifat vital pada pesawat ini juga dilindungi dengan lapisan baja.

Pesawat Su-34 (Rusia: Сухой Су-34 ; NATO memberikan kode untuk pesawat ini sebagai “Fullback”) ini memiliki 12 pylon atau cantelan di sayap dan juga di badan yang dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis persenjataan, seperti bom, roket, dan lainnya. Pesawat ini juga dilengkapi dengan meriam kaliber 30mm yang mumpuni untuk melibas sasaran darat dan juga mematikan untuk dogfight jarak dekat.

Tak hanya itu, Larson juga memberikan perhatian pada bodi Su-34 yang unik. Karena bentuk moncongnya yang agak ceper seperti paruh bebek, Su-34 dijuluki Platipus.

Demikianlah ulasan singkat tentang pesawat pembom tempur Sukhoi Su-34. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Pembom_Tempur
#Rusia

Minggu, 08 Desember 2024

Pustaka Tentang Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari jenis pesawat amfibi multiperan atau multipurpose amphibious aircraft lansiran dari Rusia. Pesawat ini dirancang secara khusus untuk beberapa misi yang spesifik, seperti transportasi atau mobilisasi cargo atau personel ke tempat-tempat dimana landasan yang layak tidak tersedia. Kelebihan dari pesawat ini adalah kemampuan lepas landas dan mendarat di perairan dalam batas-batas tertentu. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat amfibi multi-peran ini melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1998. Pesawat ini lalu diadopsi oleh Rusia pada tahun 2003. Be-200 diproduksi di Irkut Corporation, produsen pesawat besar Rusia yang juga bertanggung jawab atas produksi jet tempur Sukhoi. Pada saat ini, produksi Beriev Be-200 masih terus berlangsung. Delapan unit pesawat Be-200 digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia dan Kementerian Pertahanan. Dilaporkan bahwa Kementerian Darurat Rusia telah memesan tambahan 10 pesawat lagi, sementara Kementerian Pertahanan berencana untuk membeli 4 unit lagi dalam waktu dekat.

Satu pesawat Be-200 telah diekspor ke Azerbaijan. Pesawat ini digunakan oleh Armada Udara Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan.
Beriev Be-200 adalah pesawat yang bandel dan multiguna. Pesawat ini dapat digunakan untuk mengangkut penumpang dan berbagai jenis barang atau kargo. Kapasitas angkut penumpang maksimal hingga 72 orang. Kapasitas muatan maksimum adalah 7,5 ton. Pesawat ini memiliki kemampuan  untuk mendarat dengan baik di permukaan daratan dan di atas air. Be-200 dapat beroperasi di Sea State 3. Pesawat Be-200 juga dapat digunakan untuk tugas pencarian dan penyelamatan (SAR). 

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Amfibi_Multiperan
#Rusia

Rabu, 13 November 2024

Pustaka Tentang Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 152mm - 2S35-1 Koalitsiya-SV KSh



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies artileri swagerak lansiran dari Rusia. Alutsista ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan daya tembak barisan artileri Rusia, namun dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Secara umum, alutsista ini merupakan bentuk design kompromis antara kebutuhan dan budget. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

2S35-1 Koalitsiya-SV KSh menggunakan turret tanpa awak dengan persenjataan utama berupa meriam kaliber 152mm milik dari howitzer self-propelled 2S35 Koalisiya-SV. Sistem artileri ini didasarkan pada truk militer KamAZ-6560 yang dimodifikasi dengan konfigurasi 8x8. Sistem artileri ini dapat dilihat sebagai alternatif yang lebih murah dan lebih mobile ketimbang versi yang menggunakan sistem track (rantai) yang lebih mahal, lebih kaku, dan lebih berat. 

Meskipun varian ini jelas memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam hal sistem proteksi, kemampuan lintas medan off road, dan beberapa hal lain, tetapi sistem ini jelas memiliki keunggulan untuk beberapa hal lain, terutama harga. Menurut rencana,  sistem artileri swagerak  yang dipasang di truk ini akan ditempatkan Bersama dengan unit lain, yang dilengkapi dengan kendaraan tempur beroda, sedangkan versi yang menggunakan penggerak rantai akan digunakan oleh unit yang dilengkapi dengan kendaraan tempur yang juga berkonfigurasi rantai (track).

Turret tanpa awak dilengkapi dengan sistem pengisian dan penanganan amunisi yang sepenuhnya otomatis. Howitzer ini menggunakan sistem muatan modular. Sistem artileri ini dapat menembakkan berbagai macam tipe amunisi, termasuk proyektil tipe HE-FRAG standar dan proyektil dengan tambahan pendorong roket, kluster proyektil dengan submunisi anti-tank, proyektil pengangkut jammer. 

Jarak tembak dengan proyektil standar adalah sekitar 30 km dan sekitar 40 km dengan proyektil dengan tambahan pendorong roket. Varian yang baru, dengan spesifikasi jarak tembak yang lebih jauh telah dikembangkan. Varian ini memiliki jangkauan tembakan maksimum di kisaran 70 km. Koalitsiya-SV KSh juga mampu menembakkan amunisi berpemandu laser Krasnopol yang lebih tua dengan jangkauan tembakan 20-25 km.

Demikianlah ulasan singkat tentang Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 152mm - 2S35-1 Koalitsiya-SV KSh. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 152mm - 2S35-1 Koalitsiya-SV KSh")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Rusia

Kamis, 07 November 2024

Pustaka Tentang Senapan Serbu Kompak / Compact Assault Rifle - SR-3 Vikhr



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies senapan serbu kompak alias ringkas, hasil racikan dari Rusia. Senapan serbu yang kompak ini memang sengaja dirancang untuk digunakan dalam misi-misi yang sepesifik, seperti pada misi pertempuran jarak dekat (PJD), atau digunakan untuk pengawalan. Dan amunisi yang digunakan juga berbeda dengan amunisi standar, yang mana dapat dikatakan sebagai kekurangan dari senjata ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Senjata ini awalnya ditujukan untuk operasi keamanan negara dan tim keamanan VIP khusus. Tidak heran model aslinya sangat cocok sebagai senjata yang mudah disembunyikan Beberapa sumber melaporkan bahwa produksi senjata ini dimulai pada tahun 1996. Saat ini SR-3, dan varian yang ditingkatkan, SR-3M, digunakan oleh pengawal presiden Rusia, unit pasukan FSB, penegak hukum elit dan unit polisi.

Walaupun senapan serbu Vikhr didasarkan pada Val, senapan serbu ini tidak memiliki fitur peredam suara integral. Lebih jauh lagi, SR-3 versi awal memang tidak dirancang untuk dapat dipasangkan dengan fitur peredam. Alhasil, Vikhr memiliki dimensi yang jauh lebih kompak dari pendahulunya. Senjata ini memiliki popor yang berbeda dan sistem pembidik yang disederhanakan. 

Dalam hal ukuran dan amunisi yang digunakan, beberapa orang bahkan menyebut Vikhr sebagai pistol mitraliur. Namun sebenarnya, Vikhr ini adalah senjata yang menerapkan sistem operasi gas-operated, dengan mekanisme penembakan closed bolt. Mekanisme semacam ini biasanya hanya digunakan pada senapan serbu, dan bukan mekanisme yang umum diterapkan pada pistol mitraliur.

Demikianlah ulasan singkat tentang Senapan Serbu Kompak / Compact Assault Rifle - SR-3 Vikhr. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Senapan Serbu Kompak / Compact Assault Rifle - SR-3 Vikhr")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Senapan
#Senapan_Serbu_Kompak
#Rusia

Selasa, 05 November 2024

Pustaka Tentang Tiga Helikopter Terbaik Rancangan Biro Desain Kamov



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe helikopter yang sangat unik racikan biro design Kamov dari Rusia. Helikopter rancangan biro design Kamov memang sangat istimewa, karena mengusung design yang tidak biasa alias keluar dari pakem design helikopter konvensional. Helikopter kamov kebanyakan mengadopsi design propeller kontra alias dua baling-baling yang berputar berlawanan arah dalam satu poros. Terlihat sangat rumit dan juga sangat riskan, tetapi design seperti ini memiliki segudang kelebihan, diantaranya adalah dihilangkannya rotor ekor. 

Melalui beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa keberadaan rotor ekor terkadang dapat menjadi kendala tersendiri. Salah satunya adalah kinerja pilot yang lebih berat karena pada saat sinkronisasi pada mesin mengalami kerusakan, pilot akan kesulitan mengendalikan helikopter. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

1. Ka-50 "Chernaya Akula" (Black Shark - Hiu Hitam)

Helikopter ini dirancang pada awal 1980-an, Ka-50 dirancang untuk mengisi posisi helikopter tempur serang generasi baru yang memperkuat militer Uni Soviet. Sama halnya seperti NATO yang mengalami  kengerian akan massifnya barisan monster baja milik negara-negara Pakta Warsawa, begitupun Uni Soviet yang mempersiapkan diri, apabila sewaktu-waktu terjadi “perang besar” di Eropa, helikopter ini harus mampu menghancurkan atau paling tidak menghambat Gerakan pasukan darat NATO, termasuk kendaraan-kendaraan lapis baja, dan secara efektif meredam unit-unit anti serangan udara yang dimiliki oleh musuh.

Karena sistem rotor koaksialnya yang khas, Ka-50 Black Shark (Hiu Hitam) memiliki kemampuan terbang cepat, mudah untuk diajak bermanuver, memiliki kemampuan bertahan yang mumpuni, dan perfoma penerbangan yang sangat baik. Ka-50 adalah salah satu dari sedikit helikopter di dunia yang dapat melakukan loop (manuever membentuk lingkaran alias 360 derajat secara vertikal).

Karakteristik unik lainnya Ka-50 adalah sistem kursi lontarnya yang boleh diklasifikasikan sebagai fitur langka untuk diterapkan pada helikopter. Sebelum kursi pilot dilontarkan, baling-baling akan terlepas akibat efek dorongan ledakan dalam cakram rotor.

Demikianlah ulasan singkat tentang Tiga Helikopter Terbaik Rancangan Biro Desain Kamov. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Tiga Dari Deretan yang Terbaik, Helikopter Terbaik Rancangan Biro Desain Kamov")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Helikopter
#Rusia

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter Mikoyan MiG-31BM



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies pesawat tempur multiperan alias Multi-role Fighter dari Rusia. Pesawat ini menjadi ikon dari kedigdayaan pesawat tempur Rusia, karena pesawat ini memang memancarkan falsafah Rusia dari setiap segmennya. Pesawat ini seakan mewakili perspektif Rusia mengenai kekuatan dan juga daya tahan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pengembangan pesawat ini dimulai pada tahun 1997. Purwarupa pertama diperkenalkan kepada publik pada tahun 1998. Purwarupa kedua berhasil dirampungkan pada tahun 2006. Pada tahun 2011 Departemen Pertahanan Rusia menandatangani kontrak pertama untuk meningkatkan total 60 pesawat versi lawas ke varian terbaru ini. Pengiriman ke Angkatan Udara Rusia dimulai pada 2011. Kontrak lanjutan untuk peningkatan lebih dari 50 pesawat ditandatangani pada 2014.

Pada tahun 2017, total 110 unit pesawat dilaporkan telah ditingkatkan ke standar MiG-31BM dan MiG-31BMS. Upgrade atau peningkatan ini memungkinkan untuk memperpanjang masa pakai pesawat yang lebih tua paling tidak selama 15 tahun ke depan. Menurut satu sumber, Departemen pertahanan Rusia berencana untuk meningkatkan semua armada MiG-31 yang operasional ke dalam versi terbaru ini.

MiG-31BM disebut sebagai pesawat tempur multi peran yang sebenarnya. Pesawat ini mampu melakukan tugas penyergapan jarak jauh, penyerangan presisi dan fungsi patrol serta pertahanan. Salah satu perannya adalah mengeliminir atau paling tidak mereduksi sistem pertahanan udara musuh. Dengan kata lain, pesawat ini adalah salah satu pesawat tempur paling mematikan di dunia.

Pesawat tempur ini memiliki performa yang terbilang menakjubkan. diantaranya kecepatan maksimumnya cukup tinggi, elevasi maksimumnya juga menakjubkan dan kecepatan menanjak yang superior. Sayangnya, demi mengejar kelebihan tersebut, pesawat ini harus mengorbankan performanya dari sisi kemampuan manuver. Walaupun demikian, MiG-31BM adalah salah satu pesawat tempur tercepat yang pernah. Pesawat ini dapat mencapai kecepatan maksimum hingga 3.000 km/jam.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter Mikoyan MiG-31BM. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Ksatria Udara Rusia, Mikoyan MiG-31BM - Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Senapan
#Senapan_Penembak_Runduk
#Amerika_Serikat

Sabtu, 02 November 2024

Pustaka Tentang Sistem Artileri S7M Malka: Versi Modern dari 2S7 Pion, Mampu Melumat Target dari Jarak 50 Kilometer



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari spesies sistem artileri dari Rusia. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Sistem artileri ini adalah senjata artileri pertama yang dapat memiliki daya hancur yang luas, dan memiliki jarak tembak dalam radius 50 km menggunakan proyektil berhulu ledak nuklir.

Selama Perang Dingin, masing-masing Blok, baik Blok Timur dan Blok Barat bekerja keras untuk mengembangkan sistem artileri yang dapat menembakkan proyektil dengan hulu ledak nuklir taktis di medan perang. Dan Rusia berhasil menciptakan sistem semacam itu (walaupun Amerika Serikat juga berhasil menciptakan senjata yang sejenis sejenis).

Yang pertama adalah meriam artileri otomatis “2S7 Pion”. Sistem artileri ini memiliki kapasitas angkut proyektil maksimal empat proyektil nuklir kaliber 203mm yang dapat mengenai target sampai dengan jarak terjauh 37,5 km.

“Setelah uji coba nuklir pertama berhasil, para ilmuwan mulai bekerja untuk menerapkan teknologi ini ke semua sistem senjata, bahkan di ranjau darat dan peluru tank. Namun, hasil uji di lapangan membuktikan bahwa jenis proyektil ini ternyata kurang efektif jika dibandingkan dengan proyektil berhulu ledak konvensional. Pada proses uji coba, didapatkan hasil yang kurang menggembirakan, ternyata walaupun target yang dituju dapat dihancurkan secara total, tapi efek dari munculnya awan radioaktif yang menyebar di medan perang seluas beberapa kilometer, yang berdampak untuk semua orang, baik teman atau musuh," Alexei Ramm, analis militer dari surat kabar Izvestia, mengatakan kepada Russia Beyond.

Seperti yang ia sebutkan, lewat beberapa pengujian ini membuktikan bahwa senjata nuklir taktis tersebut tidak efektif dalam menghadapi potensi konflik, dan sistem artileri Pion hanya menggunakan proyektil konvensional kaliber 203mm, bukan yang sifatnya penghancur massal.

Namun, walaupun menggunakan proyektil berhulu ledak konvensional, dengan proyektil tersebut masih menjadikan sistem artileri ini salah satu artileri yang paling kuat di abad ke-20.

Demikianlah artikel pendek tentang Sistem Artileri S7M Malka: Versi Modern dari 2S7 Pion. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Sistem Artileri S7M Malka: Versi Modern dari 2S7 Pion, Mampu Melumat Target dari Jarak 50 Kilometer")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Artileri
#Rusia