Tampilkan postingan dengan label aliran fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aliran fotografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2025

Pustaka Tentang Fotografi: Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Renungan Bagian Ketiga)



Pustaka di kesempatan ini difokuskan untuk mengulas secara ringkas, mengenai suatu "sub genre" dalam jagat jepret menjepret yang selanjutnya sub aliran ini diterakan nama sebagai "Beauty Photography". Dan sesuai dengan nama yang disandangnya, "aliran kecil" dalam fotografi ini lebih menitikberatkan pada sudut pandang keindahan, dimana si obyek foto dalam aliran ini akan secara total dipersembahkan ke kaca mata "Beauty" dalam makna yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, si fotografer dan si model akan bersinergi secara "all out" untuk menghasilkan foto yang mampu mencapai level "indah" dalam batas maksimal. Berbagai hal digunakan untuk dapat mewujudkannya, mulai dari tata cahaya, sudut pengambilan foto, dan lain sebagainya. Dan penjabaran mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Cerita Bagian Ketiga)". Dan berikut ini adalah tulisan singkatnya:

2. Peran penting model

Pada beberapa kasus, pemilihan tokoh dalam frame alias model yang tepat untuk beauty shot menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada berhasil atau tidaknya pemotretan hingga mendapatkan foto beauty yang memuaskan. Walaupun demikian, ada kalanya sang fotografer tidak memiliki “kekuasaan” untuk memilih modelnya (biasanya pada kasus, dimana model sudah ditentukan oleh brand (misal brand ambassador). Pada kejadian seperti ini, si fotografer akan dituntut untuk memaksimalkan model yang telah ditentukan ini dan memotretnya dengan perspektif yang khusus, dimana yang akan ditonjolkan adalah sisi "tercantik" dari si model, dan berusaha untuk "mengaburkan" sisi lainnya. 

3. Pencahayaan yang pas dan sesuai

Memang tidak perlu teknik memotret yang eksperimental, tapi fotografer yang ingin memotret beauty shot pastilah paham lighting. Baik natural ataupun artifisial. Pemanfaatan dan penggunaan lighting saat pemotretan akan menentukan hasil akhir foto beauty.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk penjelasan yang lebih terperinci, lebih mendetail, lebih panjang dan lebar dan dihiasi dengan asap rokok dan kopi hitam, Sobat Jepret dapat membacanya pada laman ini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Rabu, 22 Januari 2025

Pustaka Tentang Fotografi: Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Cerita Bagian Kedua)



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "aliran kecil" dalam dunia fotografi yang selanjutnya sub aliran ini mengusung titel sebagai "Beauty Photography". Selaras dengan title yang disandangnya, sub genre dalam fotografi ini lebih menitikberatkan pada perspektif keindahan, dimana si obyek foto dalam aliran ini akan secara habis-habisan dipersembahkan dalam koridor "Beauty" dalam makna yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, si fotografer dan si model akan bersinergi secara "all out" untuk menghasilkan foto yang mampu mencapai level "indah" dalam batas maksimal. Berbagai hal digunakan untuk dapat mewujudkannya, mulai dari tata cahaya, sudut pengambilan foto, dan lain sebagainya. Dan penjabaran mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Cerita Bagian Kedua)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pada portofolio model, beauty shot lebih berfokus pada guratan garis wajah model, dan beragam ekspresi, yang dapat ditampilkan oleh seorang model untuk menarik klien menggunakannya sebagai face of their product. Model menjadi subjek utama (bahkan mungkin satu-satunya factor yang diutamakan).

Sementara untuk kebutuhan komersial atau editorial, akan melibatkan pada konsep dari tema atau produk yang ingin ditampilkan. Bisa jadi beauty shot dilakukan untuk meng “highlight” makeup dengan sponsor dari merk makeup product. Beauty shot juga bisa digunakan untuk menampilkan produk aksesori, seperti kacamata, jam tangan, atau perhiasan yang dapat berada satu frame dengan wajah model.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan bagi fotografer itu sendiri, pada umumnya, dan fotografer yang ingin membuat beauty shot khususnya. Dan inilah beberapa pertimbangan yang harus diambil:

1. Memahami apa yang diinginkan klien


Sebelum memotret, fotografer akan menggali tujuan photoshoot, hal ini akan menentukan pengambilan gambar yang harus dikerjakan, baik untuk portofolio model ataupun kebutuhan periklanan.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, lebih panjang, dan dihiasi dengan asap rokok dan kopi hitam, Sobat Jepret dapat membacanya pada laman ini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Sabtu, 23 November 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Celoteh Bagian Pertama)



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "sub genre" dalam fotografi yang kemudian menyandang nama sebagai "Beauty Photography". Sesuai dengan namanya, sub aliran dalam fotografi ini lebih berfokus pada sudut pandang keindahan, dimana si obyek foto dalam aliran ini akan secara maksimal ditampilkan dalam koridor "Beauty" dalam makna yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, si fotografer dan si model akan bersinergi secara "all out" untuk menghasilkan foto yang mampu mencapai level "indah" dalam batas maksimal. Berbagai hal digunakan untuk dapat mewujudkannya, mulai dari tata cahaya, sudut pengambilan foto, dan lain sebagainya. Dan penjabaran mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Beauty Photography (Atawe Foto yang Mengusung Kecantikan), Satu Aliran dalam Fotografi, dan Penuturannya (Celoteh Bagian Pertama)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Apa sih sebenarnya “Beauty Photograpy” itu? 


Nah, kalaulah Sobat masih belum terlalu “ngeh” dengan aliran yang satu ini, ada baiknya Sobat bergabung dengan dengan saya, karena saya juga ternyata sama sekali belum paham dengan genre yang satu ini. Untunglah, ada banyak sekali fotografer dengan level “ahlinya-ahli”, yang mau berbagi ilmunya. Dan inilah penuturan mereka (secara singkat tentunya) mengenai “Beauty Photography”, silahkan disimak ya Sob.

Sebenarnya ada banyak sekali “tafsiran” tentang beauty shot dalam fotografi, dan sebagian besar penafsiran tersebut bersifat kontekstual. Menurut kamus Merriam-Webster, beauty shot bisa diartikan secara “leterlijk” sebagai: “A shot or scene that emphasizes someone’s or something’s beauty or attractive aspects or qualities” (Foto atau video yang memperlihatkan aspek yang atraktif atau kualitas kecantikan dari seseorang atau sesuatu). Dan penafsiran tersebut bolehlah dibilang sebagai penafsiran yang paling "mendekati kebenaran" untuk menggambarkan apa itu “Beauty Shot”.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, lebih bertele-tele, dan penuh warna dengan asap rokok dan kopi hitam, Sobat Jepret dapat membacanya pada laman ini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Selasa, 05 November 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Renungan Bagian Keempat



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi seni". Seperti nama yang di sandangnya, aliran fotografi ini lebih menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan seni ke dalam frame. Dan seperti yang kita pahami bersama, tolok ukur seni bukanlah sesuatu yang sifatnya eksak melainkan semi bias dan relatif. Setiap manusia memiliki konsep keindahan seni yang berlainan antara yang satu dengan yang lain. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Renungan Bagian Keempat". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Foto seni sama sekali berbeda dengan foto komersial yang dibuat untuk kepuasan konsumen. Foto seni lebih bertujuan untuk secara total “menterjemahkan” kreatifitas fotografer dalam mengambil gambar. Biasanya seorang fotografer membuat foto seni untuk kepuasan pribadi dan tidak memikirkan kompensasi dalam bentuk materi, oleh karena itu pekerjaan sebagai fotografer foto seni lebih dominan dilakukan sebagai “panggilan hati” ketimbang pekerjaan.

Dalam weekly phothography challenge, dapat ditarik kesimpulan bahwa Fine Art photography membutuhkan keterampilan komposisi yang ciamik, dimana fotografer memainkan elemen-elemen yang tersedia. Berbagai elemen dalam objek sperti garis, bidang  dan ruang biasanya akan dimanfaatkan secara maksimal oleh sang fotografer. Dan satu elemen pokok yang biasanya dipakai secara maksimal adalah “cahaya”, sebagai elemen utama.

Fotografi seni juga tidak dapat secara baku diklasifikasikan sebagai suatu aliran. Foto landscape, makro dan lain-lain dapat di”transformasi”kan menjadi foto seni dengan permainan sudut pengambilan gambar dan imajinasi sang fotografer, dengan memadukan unsur cahaya dan pencahayaan yang merupakan “jiwa” alias elemen utama dari fotografi.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, padat, dan berisi, Sobat Jepret dapat membacanya dengan harap-harap cemas, perut mulas, dan wajah memelas, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Minggu, 27 Oktober 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi seni". Seperti nama yang di sandangnya, aliran fotografi ini lebih menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan seni ke dalam frame. Dan seperti yang kita pahami bersama, tolok ukur seni bukanlah sesuatu yang sifatnya eksak melainkan semi bias dan relatif. Setiap manusia memiliki konsep keindahan seni yang berlainan antara yang satu dengan yang lain. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Definisi Foto Seni (Fine Art Photography)


Secara definisi, foto seni adalah suatu foto yang punya nilai seni, yaitu satu nilai estetik, baik yang bersifat universal ataupun tidak. hasil karya foto seni biasanya lebih “tahan lama” tanpa mengurangi nilai seninya. Foto seni cukup berpengaruh pada cabang fotografi lain semisal foto jurnalistik.

Sebuah karya atau foto dapat dikatakan sebagai benda seni,ketika bukan hanya merupakan hasil upaya proses reproduksi belaka. pemunculan ide atau gagasan dalam menciptakan foto seni tidaklah muncul begitu saja alias dadakan. foto seni  yang baik biasanya melalui suatu proses pengamatan secara total, perenungan, dan juga serangkaian mimpi-mimpi yang panjang dan lalu berakhir sebagai sebuah eksekusi: konsep dan visi dan misi yang transparan dan baru.

Penyempurnaan teknik dan kualitas gambar fotografi terjadi pada akhir abad ke-19, ketika pasar di Amerika dibanjiri oleh kamera kodak yang dipopulerkan oleh George  Eastmen. Namun perkembangan foto seni di Indonesia sebenarnya terjadi pada sekitar akhir abad delapan belas, ada warga indonesia yang telah mampu membuat foto-foto indah menawan baik di dalam studio maupun di luar studio, dan memiliki kadar seni yang sangat baik. Perhitungan matang mengenai objek, pencahayaan dan komposisinya jelas diatur dengan hati-hati dan cermat. 

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, padat, dan berisi, Sobat Jepret dapat membacanya dengan penuh suka ria serta gelak tawa, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Selasa, 08 Oktober 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga



Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang lebih dikenal dengan "fotografi seni". Seperti gelar yang di usungnya, genre fotografi ini lebih berfokus pada pemahaman dan penjabaran seni ke dalam foto. Dan seperti yang kita pahami bersama, patokan dalam seni bukanlah sesuatu yang sifatnya pasti seperti 2 + 2 = 4 tetapi sangat lentur dan juga fleksibel. Setiap jiwa memiliki tolok ukur keindahan seni yang berlainan antara yang satu dengan yang lain. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Ocehan Bagian Ketiga". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Definisi Foto Seni (Fine Art Photography)

Secara definisi, foto seni adalah suatu foto yang punya nilai seni, yaitu satu nilai estetik, baik yang bersifat universal ataupun tidak. hasil karya foto seni biasanya lebih “tahan lama” tanpa mengurangi nilai seninya. Foto seni cukup berpengaruh pada cabang fotografi lain semisal foto jurnalistik.

Sebuah karya atau foto dapat dikatakan sebagai benda seni,ketika bukan hanya merupakan hasil upaya proses reproduksi belaka. pemunculan ide atau gagasan dalam menciptakan foto seni tidaklah muncul begitu saja alias dadakan. foto seni  yang baik biasanya melalui suatu proses pengamatan secara total, perenungan, dan juga serangkaian mimpi-mimpi yang panjang dan lalu berakhir sebagai sebuah eksekusi: konsep dan visi dan misi yang transparan dan baru.

Penyempurnaan teknik dan kualitas gambar fotografi terjadi pada akhir abad ke-19, ketika pasar di Amerika dibanjiri oleh kamera kodak yang dipopulerkan oleh George  Eastmen. Namun perkembangan foto seni di Indonesia sebenarnya terjadi pada sekitar akhir abad delapan belas, ada warga indonesia yang telah mampu membuat foto-foto indah menawan baik di dalam studio maupun di luar studio, dan memiliki kadar seni yang sangat baik. Perhitungan matang mengenai objek, pencahayaan dan komposisinya jelas diatur dengan hati-hati dan cermat.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk penjelasan yang lebih memukau, memusingkan, dan jauh dari kata bermakna, Sobat Jepret dapat membacanya dengan tangis haru, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Rabu, 25 September 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Coretan Bagian Kedua


Fotografi Seni Disajikan Dengan Siluet
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi seni". Seperti nama yang di sandangnya, aliran fotografi ini lebih menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan seni ke dalam frame. Dan seperti yang kita pahami bersama, tolok ukur seni bukanlah sesuatu yang sifatnya eksak melainkan semi bias dan relatif. Setiap manusia memiliki konsep keindahan seni yang berlainan antara yang satu dengan yang lain. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Tulisan Bagian Kedua". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Sejarah Fotografi Seni (History The Art of Photography)

Pada akhir abad ke-10 Masehi, Ibnu al-Haitham bersama dengan Kamaluddin al-Farisi berhasil menemukan prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera dan menerapkannya dalam sebuah kamera kotak yang bernama Obscura. Kemudian kamera Obscura ini pun mulai diperkenalkan secara luas di Barat oleh Cardano Geronimo pada abad ke-16 Masehi dengan mengganti lubang bidik pada kamera dengan lensa. Tahun 1665, disusunlah kamera berukuran kecil yang fungsinya hampir sama seperti kamera Obscura.

Pada masa ini, perkembangan fotografi hanya berpusat pada pengembangan sistem kamera itu sendiri. Sedangkan hasil dari kamera, yang berupa gambar foto, fungsinya sebagai perekam suatu benda atau peristiwa tanpa dianggap sebagai suatu karya seni visual layaknya lukisan ataupun arca pada masa itu. Artis-artis visual berpendapat bahwa gambar foto yang dihasilkan oleh kamera bukan dengan kemahiran tangan fotografer, melainkan karena kecanggihan dari kamera itu sendiri. Oleh karena itulah mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa gambar foto merupakan suatu karya seni.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, padat, dan berisi, Sobat Jepret dapat membacanya dengan penuh suka ria serta gelak tawa, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Senin, 16 September 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Tulisan Bagian Pertama


Prewed Photo
(Art & Vintage)
pustakasenjatadanfotografi.blogspot

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi seni". Seperti nama yang di sandangnya, aliran fotografi ini lebih menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan seni ke dalam frame. Dan seperti yang kita pahami bersama, tolok ukur seni bukanlah sesuatu yang sifatnya eksak melainkan semi bias dan relatif. Setiap manusia memiliki konsep keindahan seni yang berlainan antara yang satu dengan yang lain. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Seni (Fine Art Photography) – Sebuah Penjelasan yang Njelimet dan terbagi Menjadi Beberapa Tulisan – Tulisan Bagian Pertama". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Secara sederhana, seni adalah kegiatan manusia dalam memproyeksikan kenyataan ke dalam sebuah karya yang bentuk dan isinya memiliki daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu didalam rohani si penikmat seni itu. Selain itu, seni juga dapat dikatakan sebagai salah satu cara dalam mengkomunikasikan sebuah pesan dari seniman kepada para penikmatnya dengan memfokuskan pada aspek keindahan.

Dari pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa fotografi seni adalah suatu bentuk “ocehan dan obrolan” secara visual, antara fotografer (yang juga seniman) kepada para penikmat hasil karyanya, melalui karya-karya yang terbentuk dari pengalaman serta penjiwaan si fotografer (astaga, penjelasannya kok njelimet amat sih!). 

Menonjolkan aspek keindahannya merupakan ciri khas dari cara penyampaian pesan melalui fotografi seni ini jika dibandingkan dengan cara atau media penyampaian pesan lainnya. Untuk mencapai tujuan dari komunikasi melalui fotografi seni ini, perlu dipenuhi beberapa syarat yang juga njelimet, yang disebut sebagai AIDA: Attention, Interest, Desire, and Action atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Perhatian, Ketertarikan, Keinginan, dan Tindakan.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, padat, dan berisi, Sobat Jepret dapat membacanya dengan rasa bahagia tanpa dibayangi dengan dukalara serta jauh dari muram durja, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Kamis, 29 Agustus 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Kedua


Jembatan dan Mimpi
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi dramatik". Aliran fotografi ini sebenarnya bukanlah "aliran" alias genre dalam arti kata yang sebenarnya, melainkan satu pemilihan tema dalam fotografi. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Kedua". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Nyawa Dari Fotografi Dramatik

Ada tiga unsur utama dalam fotografi dramatik: bentuk, warna, dan cerita. Adalah penting bagi seorang fotografer yang mendalami fotografi dramatik untuk belajar berpikir tentang tiga unsur penting ini.

Bentuk: Berarti citra dimensi dari sebuah objek dalam foto. Bentuk berperan sebagai tempat dimana foto dramatik dibuat. Pada dasarnya, bentuk menciptakan pusat dari sebuah foto sementara warna dan cerita menjadi penguat dari pesan dalam foto itu. Karena itu, penting bagi sebuah foto dramatik untuk dimulai dengan bentuk yang berbeda atau mencolok. Ini bisa dilakukan dengan memilih objek yang punya ‘bentuk’ yang menarik, mencolok, atau dinamis.

Warna: Warna dapat menarik perhatian orang yang melihat dan menstimulasikan sistem persepsi mereka. Warna bukan hanya menarik, tapi juga bisa mengunci perhatian. Kalau mata orang yang melihat bergerak ke sekeliling frame, maka warnalah yang akan menariknya ke pusat. Cara lain dalam menggunakan warna adalah menghasilkan sebuah foto dalam warna yang benar-benar kontras.

Cerita: Cerita dalam suatu foto memiliki peran untuk menyampaikan pesan kepada para penikmatnya, tentang apa yang ada dalam foto itu sendiri.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, Sobat Jepret dapat membacanya dengan penuh kebahagiaan serta haru pilu, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 
Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Sabtu, 17 Agustus 2024

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Pertama


Awan Gelap - Fotografi Dramatik
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang suatu "semi aliran" dalam fotografi yang punya nama "fotografi dramatik". Aliran fotografi ini sebenarnya bukanlah "aliran" alias genre dalam arti kata yang sebenarnya, melainkan satu pemilihan tema dalam fotografi. Pembahasan mengenai tema ini disajikan dengan sangat apik dalam artikel yang berjudul: "Fotografi Dramatik (Cerita Tentang Satu Aliran Fotografi, yang Disajikan Dalam Dua Tulisan, Ditambah 4 Gelas Kopi Hitam dan Dua Bungkus Rokok) – Bagian Pertama". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Definisi Fotografi dramatik

Tidak ada definisi yang baku atau universal tentang aliran fotografi ini. Sebenarnya, tidak ada definisi yang jelas tentang konsep dramatik. Tapi, akan lebih mudah untuk menentukan apa yang masuk ke dalam batasan jenis fotografi ini. Secara sederhana, fotografi dramatik adalah satu aliran fotografi yang tidak berusaha untuk menampilkan suatu obyek foto dari sudut pandang keindahan semata, atau dari sisi realitas. Fotografi dramatik justru lebih memilih untuk “mendramakan” obyeknya melalui kekuatan bentuk, warna, dan cerita, dengan satu tujuan, untuk menenggelamkan "khayalan" dan "rasa" dari yang melihat foto ini ke dalam “nuansa” yang lebih mengharukan, atau bahkan mencekam.

Definisi yang sederhana ini kemudian melahirkan satu perspektif yang benar-benar berbeda. Karena detil dari sebuah objek terbuat dari bentuk, warna, dan cerita, maka otak secara logis akan mengolah dan menterjemahkan sesuatu yang berbeda ini dengan pendekatan “insting” ketimbang pendekatan logika. Alhasil, ketika manusia dihadapkan pada sesuatu yang “dramatik”, maka manusia akan cenderung untuk menggunakan perasaannya ketimbang menggunakan akal-fikirannya. 

Intinya, fotografi dramatik mengkomunikasikan kepada orang yang melihatnya melalui Bahasa emosi. Ini tentu menguntungkan fotografer, karena sistem emosi manusia lebih kuat dibandingkan sistem logikanya.

Demikianlah artikel singkat kali ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, Sobat Jepret dapat membacanya dengan rasa senang di hati serta gembira ria, di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia di laman militerbanget

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Laman fotografi trisoenoe

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #tips fotografi

Rabu, 27 April 2022

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Nuansa Klasik, Menjebak Fragmen Dalam Aura yang Abadi (Fragmen Kedua)


Fotografi Klasik
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu aliran dalam fotografi yang menampilkan subyek foto dalam perspektif klasik. Tidak bisa dipungkiri, tampilan klasik dalam fotografi memang memiliki keunikan tersendiri yang mampu menghadirkan satu sudut pandang yang baru bagi para penikmatnya. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul: "Fotografi Nuansa Klasik, Menjebak Fragmen Dalam Aura yang Abadi (Fragmen Kedua)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:":

Kalau sebelumnya, yang diulas adalah cara pertama, maka artikel fragmen kedua ini akan membahas mengenai langkah kedua dan ketiga, yaitu:

Kedua 


Tentukan kostum atau baju yang sesuai dengan background atau cerita. Carilah warna warna yang kontras atau sebaliknya, lembut dan kalem. Atau, bisa juga kalau potret disajikan dalam balutan warna yang klasik, seperti hitam dan putih, atau sepia. Apapun itu, usahakan si obyek foto tetap mengusung komposisi warna yang harmonis untuk disampaikan dan dilihat.

Dan jangan lupa, beberapa genre portrait menggunakan pose yang bernuansa “teatrikal” dan itu membutuhkan printilan yang lebih ruwet lagi. Kalaupun itu diperlukan, usahakan tetap mempunyai korelasi yang selaras dengan tema yang diusung.

Kalau ini dirasa masih kurang “klasik”, Sobat bisa juga mencari model yang punya tampang yang juga “klasik”, alias jadul, supaya hasil jepretan menjadi “klasik” maksimal.

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.


Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia: militerbanget.blogspot

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman: portal-receh.blogspot.com

Artikel tentang alutsista: kilas-copas.blogspot.com

Artikel tentang khasiat dan manfaat: portal-lambe-receh.blogspot.com

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain: portal-kisah.blogspot.com

Sumber: 


Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19,#Omicron

Senin, 25 April 2022

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografi Nuansa Klasik, Menjebak Fragmen Dalam Aura yang Abadi (Fragmen Pertama)


Fotografi Klasik
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang satu aliran dalam fotografi yang menampilkan subyek foto dalam perspektif klasik. Tidak bisa dipungkiri, tampilan klasik dalam fotografi memang memiliki keunikan tersendiri yang mampu menghadirkan satu sudut pandang yang baru bagi para penikmatnya. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul: "Fotografi Nuansa Klasik, Menjebak Fragmen Dalam Aura yang Abadi (Fragmen Pertama)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:":

Kalau Sobat iseng-iseng main ke museum, terutama untuk museum yang memamerkan lukisan-lukisan portrait, Sobat bakalan disuguhi dengan lukisan portrait yang ciamik. Terutama dari sisi teknik pencahayaan, komposisi yang begitu menginspirasi dan mempunyai sentuhan artistic yang lembut alias top markonyos.

Ditambah lagi dengan goresan aura yang sifatnya non teknis (cerita, drama, ide) dari para maestro tersebut sehingga karya-karya mereka masih terus mengagumkan dan seakan tak termakan olah ruang dan waktu.

Salah satu yang mencoba untuk mengadopsi (sebagian atau keseluruhan) dari kekuatan lukisan-lukisan portrait tersebut adalah fotografi. Sobat pasti sudah sangat paham, jikalau foto portrait dengan genre alias aliran yang segubrak banyaknya (human interest, beauty shoot, dokumenter, model dan lain sebagainya) merupakan aktivitas fotografi yang "menjebak" model sebagai subjek utama cerita.

Selain itu, teknologi digital membuat siapapun bisa menjepret portrait tanpa harus menggunakan kamera super mahal dan dilakukan di studio foto dengan alat super lengkap. Kalaupun harus menggunakan tambahan alat, masih bisa disesuaikan dengan kemampuan kantong, seperti menggunakan teknik strobis.

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.

Artikel ini telah tayang di laman trisoenoe.com dengan judul asli: "Fotografi Nuansa Klasik, Menjebak Fragmen Dalam Aura yang Abadi (Fragmen Pertama)".

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang berbagai ragam alutsista dari berbagai belahan dunia: militerbanget.blogspot

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman: portal-receh.blogspot.com

Artikel tentang alutsista: kilas-copas.blogspot.com

Artikel tentang khasiat dan manfaat: portal-lambe-receh.blogspot.com

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain: portal-kisah.blogspot.com

Sumber: 


Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19,#Omicron