Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2025

Pustaka Tentang Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)



Pustaka kali ini akan membahas dengan pendek dan ringkas, tentang satu type alutsista dari jenis pesawat interdiksi dan serang dari Rusia. Pesawat ini mungkin kiprahnya tidak terlalu "menggelegar" seperti pesawat tempur yang seakan menguasai jagat pemberitaan di berbagai media dunia. Walaupun demikian, kontribusi pesawat ini dalam suatu pertempuran tidaklah kecil dan juga bisa dibilang sangat penting, walaupun efeknya lebih ke efek strategis ketimbang taktis, dimana pesawat ini lebih sering operasional di belakang garis pertahanan lawan dan mengeliminir berbagai fasilitas vital pihak lawan (yang mana peran tersebut apabila dapat terlaksana secara efektif akan melumpuhkan kemampuan lawan dalam bermanuver). Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Desain Sukhoi Su-24 dimulai pada awal 1960-an. Sukhoi, bagaimanapun, meninggalkan desain awalnya (sebuah pesawat bermesin ganda yang diperbesar yang didasarkan secara longgar pada konfigurasi Su-7, tetapi dengan kokpit tandem) untuk mampu mengadopsi mesin Delta T6 dengan konfigurasi jet angkat agar pesawat ini memiliki fitur lepas landas jarak pendek atau STOL. Sayangnya, mesin tersebut ternyata terlalu berat dan besar sehingga menimbulkan permasalahan pada bobot dan manuver. Untuk mengatasi hal ini, mesin T6 ini harus dirancang ulang.

Purwarupa modernisasi T-6-21G yang dihasilkan tidak memiliki fitur jet angkat (sehingga menyisakan ruang yang lebih besar untuk bahan bakar dan senjata) tetapi memiliki sayap ayun VG (variable geometry). Konfigurasi VG ditambahkan untuk meningkatkan kinerja lepas landas dan pendaratan. Pesawat melakukan penerbangan perdananya selama bulan Mei 1970 dan dipesan untuk diproduksi sebagai Su-24 pada akhir tahun 1970.

Produksi Su-24 dioperasikan di garis depan pada tahun 1973. Su-24 ditempatkan dengan kesatuan militer Uni Soviet di Jerman (Timur) pada tahun 1979, dan di Polandia. Pada tahun 1984, pesawat Su-24 dioperasikan secara penuh selama Perang di Afghanistan.

Su-24 asli mengalami sedikit perubahan dalam konfigurasi selama produksi, dan ini menyebabkan ASCC NATO hanya menetapkan tiga kode identifikasi (Fencer-A hingga -C) untuk pesawat SU-24. 

Itulah tadi pembahasan ringkas yang mengulas tentang  Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang
#Pesawat_Serang_Taktis
#Rusia

Kamis, 06 Maret 2025

Pustaka Tentang Si Pelumat Panzer - Pesawat Anti Tank - Serang Darat / Anti Tank - Close Support - Heinschel Hs-129 Panzerknacker - Bagian 2



Pustaka kali ini akan membahas dengan ringkas, tentang satu alutsista unik dari jenis pesawat serang darat lansiran dari Jerman saat Perang Dunia II. Pesawat serang darat ini secara sekilas memang tidak terlalu menyeramkan, namun pada masanya, pesawat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi barisan lapis baja lawan. Dipersenjatai dengan meriam kaliber besar, pesawat ini dengan sangat mudah melumat tank milik pasukan Sekutu dari jenis apapun. Bukan hanya itu, barisan artileri lawan juga seakan menjadi tak aman lagi dengan kehadiran pesawat ini. Sayangnya, nasib alutsista ini sama dengan sebagian besar alutsista hebat buatan Jerman saat Perang Dunia II, yaitu harus kalah karena jumlahnya yang sedikit dan juga tarhambat dalam hal inovasi dan regenerasi. Walaupun masa operasional pesawat ini tergolong singkat, tetapi kehadiran pesawat ini menjadi inspirasi bagi pesawat-pesawat pelumat tank di masa-masa selanjutnya, seperti pesawat legendaris A-10 Warthog dari Amerika Serikat dan juga Su-25 Frogfoot daru Rusia. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya: 

HS-129 B-1

Bahkan sebelum varian A-1 dikirimkan, pesawat itu dirancang ulang menggunakan mesin radial Gnome-Rhône 14M, yang dirampas dalam jumlah tertentu ketika Perancis diokupasi Jerman dan terus diproduksi di bawah pendudukan Jerman. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 522 kW (700 hp) untuk tinggal landas, dibandingkan dengan mesin Argus yang hanya mampu menghasilkan tenaga sebesar 347 kW (465 hp). Mesin Radial Gnome-Rhone juga dibuat dalam versi dengan arah putaran berlawanan untuk arah putaran baling-baling, dan dipasang pada Hs 129 dengan mesin bagian kiri berputar searah jarum jam dan mesin bagian kanan berputar berlawanan arah jarum jam, jika dilihat dari arah depan. 

Model perputaran mesin yang berlawanan sangat efektif dalam mereduksi (bahkan menghilangkan) masalah torsi mesin. Pesawat A-1 dikonversi menjadi Hs 129 B-0 untuk pengujian (meskipun telah diklaim bahwa beberapa pesawat versi ini dijual ke Rumania) dan respon pilot terhadap pesawat ini dilaporkan sangat baik (banyak pilot yang menyukai kinerja varian ini, karena lebih baik kinerja dan performanya). Keluhan utama mereka adalah pandangan dari kanopi, jadi satu kaca depan yang lebih besar dan kanopi baru dengan penglihatan yang jauh lebih baik ditambahkan, menghasilkan model produksi Hs 129 B-1.

Demikianlah ulasan singkat tentang  Pertarungan Antara Dua Pesawat Tempur dari Dua Kekuatan Besar, MiG-21 vs F-4. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang_darat
#Attack_Aircraft
#Jerman
#Perang_Dunia_II

Senin, 03 Maret 2025

Pustaka Tentang Pertarungan Antara Dua Pesawat Tempur dari Dua Kekuatan Besar, MiG-21 vs F-4: Siapa yang Lebih Unggul Semasa Perang Vietnam?



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang pertarungan antara dua jenis pesawat tempur dari Blok yang berbeda (Blok Barat dengan kekuatan utamanya adalah Amerika Serikat dan Blok Timur dengan Uni Soviet). Kondisi ini sangat menarik, karena keduanya memiliki sumber daya militer yang nyaris tak terbatas. Pada Perang Vietnam, kedua kekuatan besar tersebut mengusung berbagai alutsista yang terbaru di berbagai matra, termasuk matra udara untuk dapat melibas lawannya. Artikel kali ini yang akan diulas adalah matra udara dimana dua pesawat tempur teranyar dari kedua blok tersebut memiliki kesempatan untuk saling bertemu dan mempertontonkan kedigdayaan masing-masing. kedua pesawat itu adalah MiG-21 dan F-4, yang mana memiliki kharakteristik yang berbeda satu sama lain. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya: 

Jet tempur berkursi ganda F-4 Phantom (Hantu) memiliki bobot tempur hampir 19 ton, panjang 20 meter, dan bentang sayapnya 12 meter. Di sisi lain, MiG-21 memiliki berat “hanya” 10 ton dengan rentang sayap delapan meter. Fakta ini tentu membuat pesawat si Fishbed ini tampak seperti kurcaci di hadapan jet tempur Amerika tersebut. Namun, seperti kata pepatah: kecil-kecil cabe rawit! Kemampuan manuver MiG-21 amat luar biasa. Pesawat ini hampir tak terdeteksi. Siluet tipis jet pemburu ini seakan tersamarkan oleh warna langit. MiG-21 adalah lawan yang mengerikan bagi sang Hantu, tulis sumber dari National Interest.


Pesawat F-4 tentu memiliki kelebihan dalam hal konfigurasi awak. Kedua awak secara bersamaan memantau situasi, bermanuver, dan mengoperasikan senjata. Persenjataan standar F-4 adalah 6 sampai 8 unit rudal udara ke udara AIM-7 Sparrow atau AIM-9 Sidewinder. Sementara, pesawat MiG-21 hanya membawa dua rudal AA-2. Walaupun terkesan inferior dalam hal peluru kendali, pesawat “mungil” ini juga dipersenjatai dengan meriam kaliber 23mm yang terbukti sangat mematikan dalam pertempuran jarak dekat. Tak heran, belajar dari pengalaman semasa perang di Vietnam, Amerika mempersenjatai pesawat-pesawat F-4 dengan meriam Vulcan enam laras.

Demikianlah ulasan singkat tentang  Pertarungan Antara Dua Pesawat Tempur dari Dua Kekuatan Besar, MiG-21 vs F-4. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Rusia
#Amerika_Serikat
#Pesawat_Tempur

Minggu, 16 Februari 2025

Pustaka Tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multiperan atau lebih dikenal dengan multirole aircraft hasil racikan dari Rusia. Pesawat tempur ini memang bukanlah pesawat yang dirancang dari nol, melainkan pengembangan (atau modernisasi dan juga perbaikan) dari pesawat tempur yang sudah ada sebelumnya dan menag pesawat itu sudah terbukti sangat andal, baik dalam hal performa maupun dalam hal lain. Pesawat ini dimodernisasi dari pesawat tempur yang sangat kesohor, MiG-29, dan hasil modernisasi ini diberi nama MiG-35. Walaupun pesawat ini belum banyak membukukan catatan pertempuran, namun pihak perancang sangat yakin, bahwa pesawat ini akan mampu menorehkan sejarah baru dalam hal alutsista, sama seperti MiG-29. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur multi-peran MiG-35 dikembangkan berdasarkan design MiG-29M yang sudah teruji. Desain keseluruhan pesawat baru ini mirip dengan MiG-29 versi dasar. Purwarupa pertama adalah modifikasi pesawat, yang sebelumnya berfungsi sebagai demonstran model MiG-29M2. Biro desain Mikoyan mengklasifikasikan MiG-35 sebagai pesawat tempur generasi 4++. Karena bobot yang meningkat, pesawat baru ini sekarang digolongkan sebagai pesawat tempur kelas menengah.

Pesawat baru ini juga telah mendapat sentuhan modernisasi dan peningkatan pada avionik dan sistem persenjataan, terutama radar active phased array aktif Phazatron Zhuk. Radar baru ini mampu mendeteksi lebih banyak target, lebih tahan terhadap system gangguan elektronik dari lawan, memiliki jangkauan deteksi yang lebih jauh dan dapat melacak serta mengunci lebih banyak target secara bersamaan. 

Radar ini memiliki jangkauan deteksi sekitar 130-160 km untuk target udara dan 300 km untuk target permukaan (terutama kapal). MiG-35 dapat melacak 30 target dan mengunci 6 di antaranya secara bersamaan. Pesawat ini juga dilengkapi dengan dua sistem lokasi optik. Yang ke depan mencari serta mengunci target udara. Radar ini dapat mendeteksi pesawat lawan yang masuk setidaknya dari 50 km dan pesawat yang keluar setidaknya dari 90 km. Sistem lokasi optik kedua ditempatkan di bawah badan pesawat dan mencari target permukaan. Radar ini dapat mendeteksi tank pada jarak 20 km. Namun tampaknya avionik dan sensor MiG-35 performanya lebih rendah dibandingkan dengan pesawat tempur milik Barat. 

Demikianlah ulasan singkat tentang Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Petarung Angkasa Terbaru Rusia, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - MiG-35")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Rusia
#Pesawat_Tempur

Sabtu, 01 Februari 2025

Pustaka Tentang Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat pembom tempur alias fighter bomber aircraft dari Rusia. Pesawat pembom tempur ini sedari awal dirancang untuk mengusung tugas yang spesifik, yaitu menghancurkan sasaran-sasaran vital milik lawan yang letaknya jauh di dalam area lawan. Pesawat ini dirancang untuk memioiki kemampuan pertahanan diri alias tempur dalam batas-batas tertentu namun masih memiiki kemampuan sebagai pesawat pembom yang mumpuni. Dalam beberapa konflik, pesawat ini berhasil membuktikan diri sebagai alutsista yang mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Dalam sebuah artikel media barat disebutkan sejumlah keunggulan pesawat yang unik ini, seperti kokpitnya yang besar dan luas (pilot bahkan bisa berdiri tegak di dalamnya). Dan yang lebih “aneh” adalah, kokpit pesawat juga dilengkapi toilet dan dapur kecil.

Kabin atau “cangkang” kokpit terbuat dari material baja dengan tambahan proteksi berupa lapisan titanium. Dengan proteksi seperti ini, pilot akan terlindung dari tembakan senjata api dan senjata antipesawat ringan. Berbagai komponen lain yang bersifat vital pada pesawat ini juga dilindungi dengan lapisan baja.

Pesawat Su-34 (Rusia: Сухой Су-34 ; NATO memberikan kode untuk pesawat ini sebagai “Fullback”) ini memiliki 12 pylon atau cantelan di sayap dan juga di badan yang dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis persenjataan, seperti bom, roket, dan lainnya. Pesawat ini juga dilengkapi dengan meriam kaliber 30mm yang mumpuni untuk melibas sasaran darat dan juga mematikan untuk dogfight jarak dekat.

Tak hanya itu, Larson juga memberikan perhatian pada bodi Su-34 yang unik. Karena bentuk moncongnya yang agak ceper seperti paruh bebek, Su-34 dijuluki Platipus.

Demikianlah ulasan singkat tentang pesawat pembom tempur Sukhoi Su-34. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Pembom_Tempur
#Rusia

Minggu, 08 Desember 2024

Pustaka Tentang Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari jenis pesawat amfibi multiperan atau multipurpose amphibious aircraft lansiran dari Rusia. Pesawat ini dirancang secara khusus untuk beberapa misi yang spesifik, seperti transportasi atau mobilisasi cargo atau personel ke tempat-tempat dimana landasan yang layak tidak tersedia. Kelebihan dari pesawat ini adalah kemampuan lepas landas dan mendarat di perairan dalam batas-batas tertentu. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat amfibi multi-peran ini melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1998. Pesawat ini lalu diadopsi oleh Rusia pada tahun 2003. Be-200 diproduksi di Irkut Corporation, produsen pesawat besar Rusia yang juga bertanggung jawab atas produksi jet tempur Sukhoi. Pada saat ini, produksi Beriev Be-200 masih terus berlangsung. Delapan unit pesawat Be-200 digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia dan Kementerian Pertahanan. Dilaporkan bahwa Kementerian Darurat Rusia telah memesan tambahan 10 pesawat lagi, sementara Kementerian Pertahanan berencana untuk membeli 4 unit lagi dalam waktu dekat.

Satu pesawat Be-200 telah diekspor ke Azerbaijan. Pesawat ini digunakan oleh Armada Udara Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan.
Beriev Be-200 adalah pesawat yang bandel dan multiguna. Pesawat ini dapat digunakan untuk mengangkut penumpang dan berbagai jenis barang atau kargo. Kapasitas angkut penumpang maksimal hingga 72 orang. Kapasitas muatan maksimum adalah 7,5 ton. Pesawat ini memiliki kemampuan  untuk mendarat dengan baik di permukaan daratan dan di atas air. Be-200 dapat beroperasi di Sea State 3. Pesawat Be-200 juga dapat digunakan untuk tugas pencarian dan penyelamatan (SAR). 

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Amfibi Multiperan / Multipurpose Amphibious Aircraft - Beriev Be-200")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Amfibi_Multiperan
#Rusia

Selasa, 19 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Ringan / Light Fighter Plane – Hawk 209



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur ringan alias light fighter plane lansiran dari Inggris. Pada awal kemunculan pesawat ini, banyak sekali negara yang tertarik untuk mengakuisisinya. Berbagai kelebihan ditawarkan oleh pesawat ini, mulai dari harganya yang relatif lebih murah dibanding dengan pesawat tempur yang standar, biaya operasional dan perawatan yang rendah, dan juga dapat digunakan untuk berbagai misi (walaupun dalam skala yang terbatas). 

Hal ini tentu saja sangat menarik, terutama bagi negara-negara yang memiliki anggaran pertahanan yang terbatas. Indonesia tercatat pernah mengoperasikan pesawat ini, baik dalam seri tempur maupun dalam versi latihnya. Walaupun demikian, penyakit dari pesawat-pesawat buatan blok Barat rupanya juga menghinggapi pesawat, yaitu blokade alias embargo. Indonesia juga pernah merasakan pahitnya larangan alias blokade ini, dimana pesawat ini tak bisa (baca: Tak Boleh!) diguankan untuk operasi-operasi yang dianggap sebagai tindakan melawan HAM. Alhasil, peranan pesawat ini menjadi tidak maksimal. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat ini diberi nama “Hawk” (Elang dalam bahasa Indonesia), yaitu sejenis burung pemakan daging yang mampu menyergap merpati semasa masih di udara sehingga sangat cocok dipakai sebagai nama panggilan untuk pesawat ini. Pesawat ini tiba di Indonesia bersamaan dengan pesawat sejenis yang berkonfigurasi tempat duduk ganda Hawk Mk-208. Pesawat ini seakan mengingatkan kita akan kesuksesan pendahulunya yaitu Hawk Mk-53. Pesawat Hawk Mk 209 single seat memiliki dapur pacu mesin tunggal keluaran pabrik Adour Mk-951 dengan daya dorong 6.500 lbs.

Dengan tenaga sebesar itu pesawat mampu membawa beban di luar sayapnya seberat 3.085 kg.

Sebagai pesawat penjaga garis depan, pesawat ini mampu dipersenjatai dengan sepasang rudal AGM-65 Maverick, dan mampu terbang patroli selama dua jam. Dengan didukung alat navigasi berbasis laser gyro, menjadikan Hawk Mk-209 sangat cocok untuk operasi di tempat yang minim sarana navigasi. Pesawat ini juga mempunyai kemampuan air refueling alias mengisi bahan bakar di udara tipe probe and drogue seperti halnya pesawat A-4 Skyhawk.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Ringan / Light Fighter Plane – Hawk 209. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Ringan / Light Fighter Plane – Hawk 209")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Ringan
#Inggris

Sabtu, 16 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur / Fighter Plane - F-5E/F Tiger II



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur alias fighter aircraft lansiran dari Amerika Serikat. Pesawat tempur ini begitu istimewa karena berbagai alasa, salah satunya adalah biaya operasional dan biaya perawatan yang tergolong murah. Ditambah lagi dengan performanya yang terbilang cukup tinggi, terutama dalam hal kemampuan manuvernya. Pesawat tempur ini pernah memperkuat alutsista Republik Indonesia dalam periode operasional yang cukup panjang. Walaupun saat ini pesawat F-5 sudah dipensiunkan dari operasional, namun pada masanya, pesawat ini sempat menjadi salah satu alutsista andalan TNI. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat ini memiliki dapur pacu sepasang mesin yang memiliki dorong masing-masing 5.000 lbs dengan afterburner. Dan apabila kedua mesin ini dipacu dengan maksimal, mampu memacu pesawat ini hingga melesat pada kecepatan Mach 1.2, suatu kecepatan yang dirasa cukup untuk tugas penyergapan (untuk kondisi saat itu tentunya).

Apabila pesawat ini dikonfigurasikan untuk fungsi serang darat atau close support, F-5 mampu membawa beban seberat 3.200 kg. Pesawat yang mempunyai lebar sayap 8,13 meter dan panjang hanya 14,45 meter ini mampu bermanuver dengan baik termasuk mempunyai kecepatan menanjak sangat fantastis yaitu di kisaran 176 mps serta thrust weight ratio yang terbilang lumayan, yaitu sekitar 1.00. Pada kenyataannya, pesawat ini hampir pasti selalu unggul dalam latihan DACT dengan pesawat sejenis.

Terdapat dua jenis F-5 yang pernah dioperasikan oleh TNI AU. Yaitu bertempat duduk ganda jenis F-5F (4 unit) sebagai pesawat latih dan bertempat duduk satu F-5 E (12 unit). Keduanya mempunyai performa yang sama. Perbedaannya selain jumlah awak juga persenjataan dan internal fuel. F-5F hanya dipersenjatai sebuah kanon kaliber 20 milimeter dari jenis serupa dan bahan bakar berbeda 800 lbs dari tipe F-5E.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur / Fighter Plane - F-5E/F Tiger II. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur / Fighter Plane - F-5E/F Tiger II")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Amerika_Serikat

Kamis, 14 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Patroli / Serang Segala Cuaca Lockheed S-3 Viking (Versi-2)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat patroli dan serang segala cuaca dari Amerika Serikat. Pesawat ini dirancang khusus sebagai pesaat yang berbasis di kapal induk dan mampu mengusung berbagai misi. Pesawat ini memang tidak memiliki tampilan yang se"seram" dan menakjubkan seperti layaknya pesawat militer pada umumnya, tetapi pesawat ini sebenarnya sangatlah penting dan sangat multi tasking. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Latar belakang perancangan pesawat ini bisa ditelusuri di Akhir 1960-an, dimana pengembangan kapal selam nuklir Uni Soviet yang mampu menyelam lebih dalam membuat US Navy membutuhkan pesawat anti kapal selam yang berpangkalan di kapal induk sebagai pengganti Grumman S-2 yang dirasa tak lagi mampu berperan secara maksimal untuk menjawab tantangan tersebut. Pabrikan Lockheed bekerjasama dengan Vought Aeronautics lalu menyodorkan proyek S-3A kepada US Navy, dan proyek itu yang nantinya diberi nama Viking.

Agar tetap aerodinamis dan tidak mengurangi kecepatan maksimalnya, peralatan yang dipasang pada pesawat ini dirancang untuk dapat dilipat ke dalam. Jadi peralatan inflight refuelling probe, magnetic anomaly detection boom, dan berbagai sensor lainnya dilipat ke dalam badan pesawat pada saat pesawat melakukan terbang transit. 

Seperti umumnya pesawat yang berpangkalan di kapal induk, pesawat kecil yang berawak empat orang ini juga memiliki fitur sayap yang bias dilipat, dimana fitur ini menjadi sangat penting karena tempat penyimpanan yang sangat terbatas dan menjadi ciri khas pesawat berbasis di kapal induk. 

Dengan sayap pendek dan gemuk, Viking seperti serigala berbulu domba dan fungsinya sangat penting pada saat Perang Dingin mencapai titik puncaknya. Pesawat ini juga memiliki radar canggih dan dapat melontarkan serta mengendalikan sonobuoy. Pesawat S-3A mulai operasional aktif di US Navy dengan memperkuat VS-41 pada bulan Februari tahun 1974. Menurut satu catatan resmi, total 187 unit diproduksi dan melengkapi sampai 14 skuadron milik US Navy.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Patroli / Serang Segala Cuaca Lockheed S-3 Viking (Versi-2). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Patroli / Serang Segala Cuaca Lockheed S-3 Viking (Versi-2)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Amerika_Serikat

Senin, 11 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Keunggulan yang paling signifikan dari JAS 39 Gripen adalah, pesawat ini dirancang dengan material komposit dengan tujuan agar bobot pesawat lebih ringan. Konfigurasi nosel, petunjuk ketidak-stabilan, pemilihan mesin, dan teknologi baru dalam bentuk sistem kontrol listrik mengurangi ukuran dan berat, menjadikan varian JAS 39 Gripen terbaru dibandrol lebih murah dibanding pesawat lain dengan kelas dan performa yang sama. 

Soal harga, mungkin harus dikonfirmasi dan dikomparasi ulang. Pada awal diluncurkan, JAS 39 Gripen disebut-sebut harganya lebih murah dibanding F-16 Fighting Falcon. Meski hanya bermodalkan satu unit mesin, tapi dapur pacu yang dibopong oleh JAS 39 Gripen C/D atau NG adalah mesin yang sama dengan mesin yang digunakan oleh pesawat F/A-18E/F Super Hornet.

Karena kemampuan operasional dan teknologinya yang canggih, selain dipakai oleh Angkatan Udara Swedia, JAS 39 Gripen juga dipilih oleh banyak negara, antara lain Afrika Selatan, Thailand, dan Brasil. Sedangkan negara Eropa yang memakai JAS 39 Gripen adalah Republik Ceko dan Hongaria.

Dan menurut rencana (itupun jika Indonesia jadi untuk membeli pesawat ini) pabrikan SAAB siap menawarkan enam pesawat untuk dirakit di Indonesia sebagaimana permintaaan Kementerian Pertahanan yang mengharuskan adanya transfer teknologi. Saat ini harga satu unit JAS 39 Gripen berkisar antara US$40 juta – US$50 juta. Kepala Saab Indonesia, Peter Carlqvist mengungkapkan, nilai kontrak yang bisa diajukan, yaitu US$1,14 miliar untuk paket pembelian satu skadron JAS 39 Gripen.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 3)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:

Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia

Minggu, 10 November 2024

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Merancang dan membuat konsep JAS 39 Gripen memang sebuah tantangan yang berat. Akan tetapi, persyaratan yang diajukan Pemerintah Swedia itu disanggupi Saab. Agar bobotnya lebih ringan, untuk mengurangi bobot keseluruhan pesawat, Saab menggunakan bahan komposit, plastik, dan berbagai material lain dalam rencana perancangannya, terutama untuk bagian sayap. Mesin yang dipilih General Electric F404, adalah mesin buatan Amerika Serikat yang rancangannya disesuaikan dengan konstruksi rancangan JAS 39 Gripen. 

Bagian penting dari rancangan ini adalah sistem kontrol yang dapat diputar dan dapat digunakan sebagai kontrol permukaan, hal ini dapat memberikan kemampuan kemudi yang baik. Bisa juga digunakan untuk meningkatkan daya pengereman. Tapi yang terpenting, sistem kemudi pada JAS 39 Gripen dapat memberikan dampak pada daya angkat yang maksimal, sebab komponen pesawat dapat bergerak bersamaan dengan sayap utama saat tinggal landas atau saat akan melakukan manuver. Sistem kemudi menjadi penting, sebab hampir semua pesawat tempur mode terbaru menggunakan sistem kelistrikan tanpa transmisi mekanis untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Sebenarnya, ada pertalian yang erat antara Swedia dan Indonesia dalam bidang teknologi, tentu saja hubungan ini berkaitan dengan hubungan dagang. Swedia sebagai produsen dan Indonesia sebagai user atau pengguna. Masyarakat Indonesia memang sudah "familiar" dengan berbagai produk dari negara Eropa Utara itu, sebut saja merk Volvo di bidang transportasi yang kerap memasok kendaraan jenis van, truk, dan bus yang sering wara-wiri di jalanan.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 2)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, tentang satu jenis alutsista dari tipe pesawat tempur multi peran alias multirole aircraft yang berasal dari Swedia. Pesawat ini merupakan generasi penerus dari pesawat penyergap Saab 37 Viggen yang dirasa sudah mulai menua dan sudah mulai kesulitan menghadapi pola pertempuran di era modern yang sudah semakin maju. Pemerintah Swedia juga berusaha membuktikan kemandirian negaranya dalam hal teknologi pesawat tempur dengan mewujudkan pesawat ini. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Dikembangkan oleh Saab Military Aircraft dan dipasarkan bersama oleh Saab dan BAE Systems, Gripen adalah pesawat tempur multi-peran ringan generasi keempat yang mengusung konfigurasi delta-canard yang menerapkan sistem kontrol fly-by-wire digital. Dapur pacu dari pesawat ini merupakan versi modifikasi dari mesin turbofan F404J yang telah terbukti keandalannya. Mesin ini dikembangkan dan diproduksi oleh Volvo Glygmotor dan dilengkapi dengan system afterburner baru.

Tidak seperti pesawat Viggen, JAS 39A tidak memiliki system pengereman pembalik daya dorong mesin, tetapi pesawat ini masih memiliki kemampuan mendarat pada landasan pendek yang sangat baik. Ericsson mengembangkan radar multi-mode canggih, pulsa-Doppler PS-05 / A. Gripen juga dilengkapi dengan HUD holografik sudut lebar dan FLIR yang empuk untuk misi serangan dan pengintaian.

Lima unit purwarupa dan 30 unit pesawat produksi awalnya telah diproduksi, purwarupa pertama juga telah berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1988. Pada bulan Juni 1992, batch kedua dari 110 unit pesawat, termasuk 14 unit JAS 39B dengan konfigurasi dua kursi, telah dipesan. Masalah dengan perangkat lunak kontrol penerbangan mengakibatkan hilangnya dua purwarupa dan JAS 39A produksi pertama, yang mengakibatkan keterlambatan pada tanggal in-service sementara peningkatan perangkat lunak masih terus dikembangkan. Akhirnya, 2 Divisionen F7 di Satenas dinyatakan siap tempur di JAS 39A pada akhir 1997.

Demikianlah ulasan singkat tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Saab JAS 39 Gripen Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Saab JAS 39 Gripen (Bagian 1)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Swedia