Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas



Pustaka pada kesempatan kali ini akan mengulas secara singkat dan pendek mengenai satu alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan ringan alias lightweight multi-role fighter besutan dari India. Pesawat ini cukup istimewa, karena menjadi tonggak sejarah dari langkah awal kemandirian India dalam hal alutsista canggih. Walaupun performa serta kinerja dari pesawat ini masih belum diketahui dalam arti di pertempuran yang sebenarnya, namun melalui data-data yang disodorkan oleh pihak pabrikan, pesawat ini memiliki kemampuan yang cukup memadai, dan juga memiliki potensi untuk menjadi alutsista yang dapat diandalkan serta mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur multiperan "Tejas" lahir dari program Light Combat Aircraft atau LCA diluncurkan pada tahun 1983. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat tempur secara mandiri, yang akan menggantikan armada pesawat MiG-21. Pada saat itu, pesawat buru-sergap MiG-21 menjadi tulang punggung Angkatan Udara India. Pada tahun 1984 Badan Pengembangan Penerbangan dibentuk untuk mengelola program LCA. Demonstran teknologi pertama selesai pada tahun 1995, namun dihentikan karena ada masalah dengan sistem kontrol penerbangan.

Pesawat ini mengadopsi konfigurasi sayap delta, menggunakan dapur pacu mesin tunggal. Material komposit banyak digunakan pada struktur body pesawat untuk menekan bobot. Pesawat ini semula akan menggunakan dapur pacu mesin General Electric F404-GE-IN20 sebagai mesin pendorong sementara, hingga mesin turbofan GTRE GTX-35VS Kaveri tersedia. Dan beberapa alternatif mesin lain juga dimasukkan sebagai rencana cadangan. Kedua mesin ini dilengkapi dengan fitur afterburner. Tejas dilengkapi dengan sistem kendali fly-by-wire dan radar multi-mode.

Pesawat tempur multi-peran HAL Tejas dapat dilengkapi dengan berbagai macam persenjataan, terutama yang persenjataan dari Rusia. Pesawat dilengkapi dengan delapan pylon di bawah sayap dan di bawah badan pesawat. Kapasitas maksimum lebih dari 4.000 kg persenjataan eksternal dan bahan bakar.

Itulah tadi pembahasan yang pendek dan ringkas mengenai Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi-peran Ringan / Lightweight Multi-role Fighter - HAL Tejas")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#India

Jumat, 09 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 3



Edisi pustaka pada kesempatan kali ini akan mengulas mengenai satu pesawat tempur era 60-an lansiran dari Biro Desain MiG (Mikoyan-Gurevich) yang sangat kesohor, yaitu MiG-21. Pesawat ini memang sangat istimewa karena memiliki performa yang sangat tinggi serta sangat mematikan (pada masa itu). Kelebihan lainnya adalah pada biaya pesawat ini terkenal murah baik dalam hal produksinya maupun pada proses perawatannya. Alhasil pesawat ini memiliki populasi yang luar biasa. dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Untuk menghadapi MiG-21, AS bahkan sampai membuat pesawat tempur produksi terbaru untuk menandinginya, yaitu A-4 Skyhawk dan F-5 Tiger II. Kehadiran pesawat AS dari generasi terbaru itu makin meramaikan dogfight di atas ruang udara Vietnam hingga tahun 1970. Yang pasti, lebih dari 100 pesawat tempur AS terdiri dari beragam tipe berhasil dirontokkan oleh keganasan MiG-21. Dengan keberhasilan itu dibandingkan misi tempur di berbagai negara, MiG-21 yang dioperasikan oleh pilot AU Vietnam Utara, membukukan prestasi terbaik. Lebih dari 15 pilot Vietnam Utara berhasil membukukan ace yang cukup spektakuler.
Operator China dan India

Mig-21 merupakan pesawat produk Uni Soviet yang memiliki rancang bangun paling baik pada zamannya. Demikian tangguh dan populernya MiG-21 ditunjukkan lewat produksi pesawat ini hingga 21 varian. MiG-21 yang mudah dioperasikan dikenal sangat efektif bagi negara yang kekuatan udaranya tidak membutuhkan armada besar. MiG-21 telah diproduksi lebih dari 10.000 unit. Rinciannya, selain di Uni Soviet, MiG-21 juga diproduksi di Chekoslovakia, China, dan India.

MiG-21 yang diproduksi secara lisensi oleh China, dinamai Xian-J-7. Sebanyak 80 Unit J-7 dibeli Mesir dan kemudian diupgrade dengan memasang senjata dan system avionic buatan Barat. Langkah Mesir terbilang sukses, karena MiG-21 ternyata cukup mudah dimodifikasi. Sedangkan MiG-21 yang diproduksi India mengalami kesuksesan termasuk langkah modifikasinya. Dari jumlah total MiG-21 yang tersebar di seluruh dunia, mengingat lebih dari 30 negara mengoperasikannya, 7.000 unit beragam tipe dibuat di Uni Soviet sampai pertengahan tahun 1970. Sejumlah 400 unit dibuat di china, 200 pesawat di Cheko, dan ratusan lainnya di India.

Itulah tadi tulisan yang singkat dan sederhana yang mengulas mengenai Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 3")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Fighter_Aircraft
#Rusia
#Uni_Soviet

Kamis, 08 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 2



Edisi pustaka pada kesempatan kali ini akan mengulas mengenai satu pesawat tempur era 60-an lansiran dari Biro Desain MiG (Mikoyan-Gurevich) yang sangat kesohor, yaitu MiG-21. Pesawat ini memang sangat istimewa karena memiliki performa yang sngat tinggi serta sangat mematikan (pada masa itu). Sewaktu kemunculannya, pesawat ini langsung menjadi perhatian dari berbagai militer di dunia. dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Sebagai pesawat penyergap paling efektif, MiG-21 dibekali persenjataan yang lengkap, mulai dari senapan mesin, rudal, roket, dan berbagai jenis bom. Persenjataan itu diantaranya AA2-2 advanced atoll radar guide air to air missile, tabung roket UB-16-57, roket 57mm, bom 500 kg mulai dari bom napalm, nuklir, kimia, dan lainnya. Juga dibekali 490 liter drop tank, 800 liter dan 1.300 liter tangka lainnya, kanon GP-9 pack (Gsh-23mm gun), 23mm ammunition, perangkat perintai yang terdiri dari kamera tiga dimensi, IR Line scan printer dan ECM chaff dispenser, AA-8 Aphid IR homing air to air missile, AA-2 Atoll IR homing air to air missile, dan ECM jammer pod.

Pada dasarnya persenjataan yang dipasang pada MiG-21 bersifat fleksibel karena senjata produk Barat sekalipun bisa diterapkan. Sebagai contoh, pada tahun 1982, AU Mesir sukses memodifikasi persenjataan pesawat MiG-21 dengan senjata produksi barat seperti rudal AIM-9P3 Sidewinder dan Emerson APQ-159 radar. Armada pesawat MiG-21 milik India bahkan sukses mengadopsi radar buatan Inggris yang biasa dipasang pada Sea Harrier FRS 1, Red Fox, sehingga kemampuan MiG-21 hasil modifikasi ini menjadi meningkat.

Sedangkan perangkat avionic dan senjata yang dipasangkan di fuselage luar antara lain canon GsH-23, pilon tengah kapasitas 500 kg, pilon sayap dalam kapasitas 250 kg, pilon sayap luar, radar, antenna IFF, ruang avionik utama, antenna HF, ILS, antenna radar altimeter,VHF/UHF, RWR (radar warning receiver), dan system data link dan VHF.

Itulah tadi tulisan yang singkat dan sederhana yang mengulas mengenai Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 2")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Fighter_Aircraft
#Rusia
#Uni_Soviet

Selasa, 06 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Transport Jarak Jauh / Long Range Transport aircraft - Ilyushin Il-76



Edisi pustaka pada kesempatan ini akan mengulas mengenai pesawat transport jarak jauh racikan dari biro design Ilyushin di era keemasan Uni Soviet. Pesawat transport ini seakan mewakili falsafah dari kemiliteran Uni Soviet, dimana kekuatan, dan juga daya tahan lebih diutamakan dibandingkan dengan teknologi dan kenyamanan. Berbeda dengan pesawat sejenis dari blok Barat, dimana kenyamanan bagi awak maupun pendekatan teknologi adalah hal yang krusial, maka kedua hal ini bisa dinomorduakan di Uni Soviet. Pihak perancang pesawat ini memioiki dasar pemikiran, dimana kekuatan, daya angkut, serta daya tahan adalah faktor utama yang menjadi pertimbangan. Dan pesawat ini seakan mewakili dasar pemikiran tersebut, dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat ini dirancang untuk dapat mengirimkan kendaraan berat dan mesin ke lapangan terbang terpencil yang kondisi akses tranportasinya buruk atau bahkan tidak memiliki akses transportasi sama sekali. Pesawat ini dapat beroperasi dari landasan pacu pendek, sederhana dan tidak beraspal. Il-76 tetap dapat beroperasi dengan baik dalam kondisi cuaca terburuk yang biasa terjadi di wilayah Siberia dan Arktik.

Struktur badan pesawat yang tangguh dan dapat diandalkan menghasilkan banyak varian, yang mana beberapa varian dirancang untuk melakukan tugas transportasi dasar dengan lebih baik, dan varian yang lainnya berfungsi sebagai peran pendukung tempur taktis maupun strategis. Serangkaian varian khusus lainnya (yang identifikasinya sangat membingungkan) telah dikembangkan untuk berbagai tugas termasuk rumah sakit bergerak, pelatihan kosmonot dan pos komando udara, platform laser udara, dan pesawat pemadam kebakaran.

Pesawat ini semula dimaksudkan sebagai pengganti pesawat cargo turboprop An-12 yang sudah mulai menua, atau An-22 yang ternyata kurang memenuhi harapan. Il-76 adalah pesawat yang jauh lebih besar, yang dapat mengangkat beban hingga 50 ton, sedangkan An-12 memiliki kapasitas muatan hanya di kisaran 20 ton. Pesawat ini memasuki fase produksi secara definitif mulai pada tahun 1974.

Itulah tadi tulisan yang singkat dan sederhana yang mengulas mengenai Pesawat Transport Jarak Jauh / Long Range Transport aircraft - Ilyushin Il-76. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Transport_Jarak_Jauh
#Long_Range_Transport_Aircraft
#Rusia
#Uni_Soviet

Senin, 05 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Serang Darat / Ground Attack Aircraft - Fairchild A-10 Thunderbolt II



Pustaka pada artikel kali ini akan bertutur secara singkat tentang satu jenis alutsista dari spesies pesawat close air support alias pesawat pendukung udara jarak dekat dari Amerika Serikat. Pesawat ini walaupun sepintas terkesan kasar dan juga tidak aerodinamis, tetapi pesawat ini terkenal sangat lincah dan mampu terbang dalam durasi tempur yang cukup lama serta mampu membawa berbagai macam persenjataan yang sangat mematikan. Pesawat ini sesuai dengan rancangan awalnya tidak diperuntukkan untuk tugas pertempuran atar pesawat, melainkan sebagai pendukung manuver pasukan darat. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat A-10 dirancang dengan persenjataan utamanya adalah meriam kaliber 30mm, GAU-8 Avenger, meriam terkuat yang pernah dijadikan senjata standar untuk pesawat terbang. Selain meriam tersebut, pesawat A-10 masih diharuskan untuk dapat membopong sejumlah besar persenjataan untuk serangan darat dan harus sanggup bertahan dalam menghadapi tembakan anti-pesawat dari daratan di medan perang yang intens.

Walaupun kokpitnya tidak dilengkapi dengan pengatur tekanan dan tanpa radar (tapi tetap dilengkapi dengan avionic pendukung), A-10A ini masih menjadi pesawat terbang yang sangat tangguh dan memiliki sistem proteksi yang sangat kuat. Kokpitnya memiliki sistem proteksi berupa “cangkang” dari material komposit baja dan titanium, yang mampu menahan gempuran tembakan meriam kaliber 23mm. 

Julukan Warthog (Babi Hutan dalam Bahasa Indonesia) disematkan pada pesawat ini karena profilnya yang canggung dan tidak aerodinamis seperti kebanyakan pesawat tempur pada era itu. Namun, rancang bangun yang tidak konvensional alias nyeleneh tersebut ternyata memang disengaja untuk meningkatkan kemampuan pesawat ini untuk terus dapat bertahan di lingkungan medan perang yang mematikan. 

Mesin turbofan dengan performa yang hemat bahan bakar dan juga memiliki jejak infra merah yang rendah dipasang di atas badan pesawat bagian belakang. Hebatnya lagi, A-10 ini tetap dapat terbang walaupun dengan mesin, ekor atau bagian lainnya hancur terkena tembakan atau sebab lain.

Demikianlah artikel yang pendek dan sederhana yang mengupas tentang Pesawat Serang Darat / Ground Attack Aircraft - Fairchild A-10 Thunderbolt II. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Serang Darat / Ground Attack Aircraft - Fairchild A-10 Thunderbolt II (Tulisan ke 2)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:

Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Pendukung_Udara_Jarak_Dekat
#Close_Air_Support
#Amerika_Serikat

Minggu, 04 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Serang - Interdiksi Jarak Jauh / Long-Range Interdictor - Sukhoi Su-34 Fullback



Pustaka episode ini akan menuturkan secara sederhana dan ringkas
tentang satu alutsista dari type Pesawat Serang - Interdiksi Jarak Jauh atau Long-Range Interdictor dari negara beruang merah alias Rusia. Pesawat ini memang sangat istimewa, dimana dari segi peran maupun dari spesifikasi dan teknologi, pesawat ini benar-benar menerapkan filosofi Rusia mengenai alutsista. Dirancang berdasarkan pada kebutuhan, dan juga dibarengi dengan kekuatan dan juga daya angkat (akan tetapi tertinggal dalam hal teknologi), pesawat ini bisa jadi akan menjadi alutsista yang sangat mematikan (apabila dimodernisasi dengan penuh). Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat ini pertama kali diterbangkan pada tahun 1990, pesawat ini awalnya diberi kode Su-27IB. Pada tahun 1995 sebuah pesawat pra-produksi, yang disebut sebagai Su-32, terungkap. Rancang bangun pesawat ini berjalan lambat karena terbentur masalah anggaran. Hingga tahun 2004, total hanya 8 unit pesawat pra-produksi dibuat untuk model uji coba dan evaluasi. Beberapa tahun lalu Angkatan Udara Rusia telah mengadopsi sebutan Su-34 untuk nama pesawat ini. 

Su-34 secara resmi operasional secara aktif dibawah komando Angkatan Udara Rusia pada tahun 2014. Pada tahun 2015 Angkatan Udara Rusia mengoperasikan 76 unit pesawat serang ini. Salah satu sumber resmi menyebutkan, bahwa Rusia paling tidak membutuhkan 200 unit pesawat interdictors tipe baru ini.

Su-34 juga diusulkan untuk pelanggan ekspor, namun sampai saat ini belum menerima pesanan yang menjanjikan. Sebagai pengisi kekosongan, program peremajaan dan modernisasi terus dilakukan pada pesawat Su-24 Rusia yang masih operasional untuk memperpanjang masa operasional pesawat ini.

Rancang bangun Su-34 Fullback mempertahankan tata letak fundamental dari pesawat Su-27, seperti konstruksi badan pesawat, mesin, sebagian besar struktur sayap, ekor, dan sebagian besar instrument onboard. Pesawat ini juga mengadopsi model canard Su-30 untuk meningkatkan kemampuan manuver. Pesawat memiliki hidung dan badan pesawat depan termasuk bagian kokpit yang sama sekali baru. 

Demikianlah artikel yang pendek dan sederhana yang mengupas tentang Pesawat Serang - Interdiksi Jarak Jauh / Long-Range Interdictor - Sukhoi Su-34 Fullback. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Serang - Interdiksi Jarak Jauh / Long-Range Interdictor - Sukhoi Su-34 Fullback (Tulisan ke 2)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang
#Pesawat_Serang_Jarak_Jauh
#Sukhoi
#Rusia

Sabtu, 03 Mei 2025

Pustaka Tentang Pesawat Pembom Strategis Jarak Jauh / Long Range Strategic Bomber - Tupolev Tu-160 Blackjack



Pustaka dalam artikel ini akan mengupas secara ringkas, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat pembom strategis jarak jauh atau Long Range Strategic Bomber racikan dari Rusia. Pesawat pembom ini hingga sekarang masih menjadi pesawat pembom utama Rusia dan belum ada rencana untuk menggantikannya. Ditakuti karena memiliki segudang kelebihan, diantaranya adalah radius tempurnya yang luar biasa dan juga kemampuan menggotong bom dalam jumlah besar (termasuk bom dengan hulu ledak nuklir). Paling tidak untuk saat ini, masih belum ada pesawat pembom milik barat yang mampu menyainginya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat pembom ini adalah pesawat pembom terberat yang pernah diproduksi hingga saat ini. Tidak seperti "saudara kembarnya" dari Amerika Serikat, B-1B, pembom Tu-160 tetap dikhususkan pada penetrasi elevasi rendah (pada kecepatan transonik) dan penetrasi elevasi tinggi dengan kecepatan sekitar Mach 1.9 (1,9 kali kecepatan suara atau setara dengan sekitar 2.500 km/jam).

Meskipun pesawat ini dilengkapi dengan fitur pengendali fly-by-wire, semua tampilan kokpit adalah instrumen analog konvensional, tanpa tampilan multi-fungsi atau head-up. 

Pada radome (hidung) runcing panjang ditempatkan radar penjejak permukaan dan juga penjejak target serangan. Pada bagian bawah ditempatkan fairing untuk forward-looking TV camera yang digunakan untuk mengarahkan target sasran secara visual.

Program pengembangan Tupolev Tu-160 ternyata sangat berlarut-larut. Purwarupa pertama terbang pada tahun 1981 dan purwarupa pesawat kedua hilang pada tahun 1987. Pesawat pertama mulai beroperasi pada tahun 1987. Produksi seri berikutnya dilakukan di Kazan dan berlanjut hingga tahun 1992, hingga Presiden Boris Yeltsin mengumumkan bahwa Rusia tak akan lagi memproduksi pesawat pembom strategis. 

Demikianlah tulisan pendek yang mengulas tentang Pesawat Pembom Strategis Jarak Jauh / Long Range Strategic Bomber - Tupolev Tu-160 Blackjack. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:

Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Pembom
#Pesawat_Pembom_Strategis
#Rusia

Minggu, 27 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo



Pustaka di postingan kali ini akan mengulas dengan singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat temur multiperan alias multirole aircraft racikan dari Taiwan. Pesawat ini semula digadang-gadang akan menjadi bukti kemandirian Taiwan dalam hal alutsista sekaligus sebagai langkah awal untuk terlepas (walau sebagian) dari ketergantungan akan alutsista dari blok Barat. Walaupun dilandasi dengan tekad yang mulia, namun kenyataannya di lapangan berkata lain. Pesawat ini sulit terealisasi seperti yang direncanakan karena banyak hal yang merintanginya. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Secara sepintas, F-CK-1 Ching Kuo memiliki profil yang mirip dengan profil pesawat tempur multi-peran F-16 AS tetapi dengan dua mesin. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Doppler multi-mode GD-53 multi-mode “Golden Dragon” yang rancangannya berdasarkan pada  radar AN / APG-67 (V) yang awalnya dikembangkan untuk digunakan oleh F-20, tetapi menggunakan beberapa teknologi dari unit Westinghouse AN / APG-66 yang digunakan oleh F-16A.

Kebanyakan struktur logam konvensional pada pesawat Ching Kuo ini adalah konfigurasi konvensional, meskipun pada beberapa bagian di sayap dan badan pesawat mengadopsi logam komposit untuk menekan bobot keseluruhan. 

Kursi pilot dilengkapi dengan kursi lontar Martin-Baker Mk 12 dan kokpit bertekanan dilengkapi dengan pengontrol sidestick, tampilan head-up sudut lebar, dan tiga tampilan ke bawah multi-fungsi.

Purwarupa pertama berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 28 Mei 1989, dan pada 10 Februari 1994, Skuadron No. 7 Angkatan Udara Republik China secara terbuka meluncurkan pesawatnya, yang meliputi dua produksi konfigurasi kursi tunggal (diberi kode identifikasi F-CK-1A) dan dua produksi dengan konfigurasi dua awak digunakan untuk versi pesawat latih (diberi kode identifikasiF-CK-1B). 

Demikianlah tulisan pendek yang mengulas tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role fighter - AIDC F-CK-1 Ching Kuo")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Multirole_Aircraft
#Taiwan

Rabu, 23 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum) Tulisan ke-2



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan (multirole aircraft) racikan dari Rusia. Pesawat ini memang menjadi hits pada saat kemunculannya. Di awal masa operasionalnya, pesawat ini seakan mampu menggetarkan pihak NATO karena kemampuan manuvernya yang tinggi serta persenjataan yang dibawa juga termasuk senjata yang mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Salah satu inovasi yang tergolong maju yang diterapkan pada MiG-29 (kode identifikasi NATO “Fulcrum”) adalah penutup padaa air intake ganda. Saat berada di landasan, air intake utama yang berada di bawah leading edge root extension (LERX) ditutup, dan udara dihisap masuk ke mesin turbofan Klimov RD33 melalui air intake berjeruji (seperti insang hiu atau grill) pada bagian atas LERX yang posisinya ada di bagian samping belakang dari kokpit. 

Setelah pesawat lepas landas, air intake utama dibuka, sementara air intake bagian atas ditutup. Fitur ini memungkinkan MiG-29 dioperasikan dari landasan yang kondisinya sederhana atau kasar. Karena bahaya kerusakan pada mesin (pada bagian blade) akibat terhisapnya benda asing (FOD, foreign object damage) bisa diminimalisir.

Fitur lain yang juga diterapkan pada pesawat ini adalah perangkat IRST (infrared search and track system). Yaitu alat yang mirip teropong dengan lensa kaca yang ditempatkan di depan kanopi. IRST memungkinkan pilot MiG-29 menjejak target tanpa perlu menyalakan radarnya, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terdeteksi oleh pesawat lawan. 

Untuk pesawat tempur sekelas dan sezamannya, MiG-29 adalah yang pertama yang mengadopsi fitur ini. Walau demikian, radar yang terpasang pada MiG-29 varian awal bukanlah radar yang memiliki performa yang bagus dan dianggap masih kalah jika dibandingkan Mirage 2000 ataupun F-16. 

Demikianlah tadi ulasan singkat yang yang membahas mengenai pesawat tempur multiperan dari Rusia, MiG-29. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Rusia

Minggu, 20 April 2025

Pustaka Tentang Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum)



Pustaka kali ini akan mengulas secara singkat, mengenai satu tipe alutsista dari jenis pesawat tempur multiperan (multirole aircraft) racikan dari Rusia. Pesawat ini memang tergolong fenomenal. Di awal kemunculannya, pesawat ini mampu menggetarkan pihak NATO karena tingkat manuvernya yang tinggi serta persenjataan yang diusung juga tergolong mematikan. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pesawat tempur ini dikenal di Barat dengan kode panggilan (call sign)  “Fulcrum”. Pesawat MiG-29 dibuat dalam jumlah besar, sekitar 1.600 unit pesawat tempur jenis ini telah diproduksi. Sebagian besar (sekitar 900 unit) diekspor. Setelah Rusia, Ukraina adalah pengguna terbesar berikutnya dengan enam resimen (termasuk varian Fulcrum-C). 

Operator lainnya adalah Belarus, Bulgaria, Kuba, Eritrea, Jerman, Hongaria, India, Iran, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Malaysia, Peru, Polandia, Rumania, Slovakia, Suriah, Turkmenistan, Uzbekistan dan Yugoslavia. MiG-29 berperan terutama sebagai pesawat tempur pertahanan udara atau superioritas udara. Semua negara pengguna juga memiliki varian pesawat yang dikonversi menjadi dua kursi, MiG-29UB.

Pesawat ini menggabungkan rancang bangun aerodinamis canggih, MiG-29 juga diperkuat dengan radar N-019 pulse-Doppler (kode identifikasi dari NATO, Slot Back) sebagai sensor utamanya. Radar ini menggunakan sistem pelacakan infra merah untuk pelacakan target secara pasif.

Purwarupa MiG-29 varian awal, yaitu 9-12 berhasil terbang perdana pada tahun 1977, dan pesawat ini mulai ditempatkan pada garda terdepan pertahanan udara pada tahun 1986, menggantikan posisi MiG-23 yang dirasa sudah mulai menua dan performanya dianggap kurang mampu meladeni pesawat garis depan NATO. Pesawat MiG-29 memikul peran ganda, yaitu sebagai pesawat superioritas udara dan serangan darat. Resimen tempur juga mendapat tugas taktis penting, yaitu melakukan serangan nuklir taktis dengan bom nuklir 30 kT RN-40.

MiG-29 varian awal telah membuktikan dirinya sebagai pesawat tempur jarak dekat yang tangguh. Pilot dilengkapi dengan sistem pembidik yang dipasang di helm untuk mengarahkan rudal ke target off-boresight. Rudal R-73 yang sangat lincah tetap dipandang sebagai senjata udara-ke-udara pertempuran jarak dekat terbaik. 

Demikianlah tadi ulasan singkat yang yang membahas mengenai pesawat tempur multiperan dari Rusia, MiG-29. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Multiperan
#Rusia

Kamis, 13 Maret 2025

Pustaka Tentang Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)



Pustaka kali ini akan membahas dengan pendek dan ringkas, tentang satu type alutsista dari jenis pesawat interdiksi dan serang dari Rusia. Pesawat ini mungkin kiprahnya tidak terlalu "menggelegar" seperti pesawat tempur yang seakan menguasai jagat pemberitaan di berbagai media dunia. Walaupun demikian, kontribusi pesawat ini dalam suatu pertempuran tidaklah kecil dan juga bisa dibilang sangat penting, walaupun efeknya lebih ke efek strategis ketimbang taktis, dimana pesawat ini lebih sering operasional di belakang garis pertahanan lawan dan mengeliminir berbagai fasilitas vital pihak lawan (yang mana peran tersebut apabila dapat terlaksana secara efektif akan melumpuhkan kemampuan lawan dalam bermanuver). Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Desain Sukhoi Su-24 dimulai pada awal 1960-an. Sukhoi, bagaimanapun, meninggalkan desain awalnya (sebuah pesawat bermesin ganda yang diperbesar yang didasarkan secara longgar pada konfigurasi Su-7, tetapi dengan kokpit tandem) untuk mampu mengadopsi mesin Delta T6 dengan konfigurasi jet angkat agar pesawat ini memiliki fitur lepas landas jarak pendek atau STOL. Sayangnya, mesin tersebut ternyata terlalu berat dan besar sehingga menimbulkan permasalahan pada bobot dan manuver. Untuk mengatasi hal ini, mesin T6 ini harus dirancang ulang.

Purwarupa modernisasi T-6-21G yang dihasilkan tidak memiliki fitur jet angkat (sehingga menyisakan ruang yang lebih besar untuk bahan bakar dan senjata) tetapi memiliki sayap ayun VG (variable geometry). Konfigurasi VG ditambahkan untuk meningkatkan kinerja lepas landas dan pendaratan. Pesawat melakukan penerbangan perdananya selama bulan Mei 1970 dan dipesan untuk diproduksi sebagai Su-24 pada akhir tahun 1970.

Produksi Su-24 dioperasikan di garis depan pada tahun 1973. Su-24 ditempatkan dengan kesatuan militer Uni Soviet di Jerman (Timur) pada tahun 1979, dan di Polandia. Pada tahun 1984, pesawat Su-24 dioperasikan secara penuh selama Perang di Afghanistan.

Su-24 asli mengalami sedikit perubahan dalam konfigurasi selama produksi, dan ini menyebabkan ASCC NATO hanya menetapkan tiga kode identifikasi (Fencer-A hingga -C) untuk pesawat SU-24. 

Itulah tadi pembahasan ringkas yang mengulas tentang  Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1). Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.

(Artikel ini telah tayang di laman militerbanget dengan judul asli: "Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)")

Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang
#Pesawat_Serang_Taktis
#Rusia

Kamis, 06 Maret 2025

Pustaka Tentang Si Pelumat Panzer - Pesawat Anti Tank - Serang Darat / Anti Tank - Close Support - Heinschel Hs-129 Panzerknacker - Bagian 2



Pustaka kali ini akan membahas dengan ringkas, tentang satu alutsista unik dari jenis pesawat serang darat lansiran dari Jerman saat Perang Dunia II. Pesawat serang darat ini secara sekilas memang tidak terlalu menyeramkan, namun pada masanya, pesawat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi barisan lapis baja lawan. Dipersenjatai dengan meriam kaliber besar, pesawat ini dengan sangat mudah melumat tank milik pasukan Sekutu dari jenis apapun. Bukan hanya itu, barisan artileri lawan juga seakan menjadi tak aman lagi dengan kehadiran pesawat ini. Sayangnya, nasib alutsista ini sama dengan sebagian besar alutsista hebat buatan Jerman saat Perang Dunia II, yaitu harus kalah karena jumlahnya yang sedikit dan juga tarhambat dalam hal inovasi dan regenerasi. Walaupun masa operasional pesawat ini tergolong singkat, tetapi kehadiran pesawat ini menjadi inspirasi bagi pesawat-pesawat pelumat tank di masa-masa selanjutnya, seperti pesawat legendaris A-10 Warthog dari Amerika Serikat dan juga Su-25 Frogfoot daru Rusia. Dan berikut ini adalah artikel singkatnya: 

HS-129 B-1

Bahkan sebelum varian A-1 dikirimkan, pesawat itu dirancang ulang menggunakan mesin radial Gnome-Rhône 14M, yang dirampas dalam jumlah tertentu ketika Perancis diokupasi Jerman dan terus diproduksi di bawah pendudukan Jerman. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 522 kW (700 hp) untuk tinggal landas, dibandingkan dengan mesin Argus yang hanya mampu menghasilkan tenaga sebesar 347 kW (465 hp). Mesin Radial Gnome-Rhone juga dibuat dalam versi dengan arah putaran berlawanan untuk arah putaran baling-baling, dan dipasang pada Hs 129 dengan mesin bagian kiri berputar searah jarum jam dan mesin bagian kanan berputar berlawanan arah jarum jam, jika dilihat dari arah depan. 

Model perputaran mesin yang berlawanan sangat efektif dalam mereduksi (bahkan menghilangkan) masalah torsi mesin. Pesawat A-1 dikonversi menjadi Hs 129 B-0 untuk pengujian (meskipun telah diklaim bahwa beberapa pesawat versi ini dijual ke Rumania) dan respon pilot terhadap pesawat ini dilaporkan sangat baik (banyak pilot yang menyukai kinerja varian ini, karena lebih baik kinerja dan performanya). Keluhan utama mereka adalah pandangan dari kanopi, jadi satu kaca depan yang lebih besar dan kanopi baru dengan penglihatan yang jauh lebih baik ditambahkan, menghasilkan model produksi Hs 129 B-1.

Demikianlah ulasan singkat tentang  Pertarungan Antara Dua Pesawat Tempur dari Dua Kekuatan Besar, MiG-21 vs F-4. Untuk artikel yang jauh lebih lengkap serta lebih detil, rekan-rekan dapat membacanya pada artikel aslinya di sini.


Artikel asli ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Baca juga berbagai artikel menarik di berbagai laman berikut ini:


Artikel tentang fotografi di laman trisoenoe

Artikel tentang khasiat dan manfaat buah, sayuran, serta tanaman di laman portal receh

Artikel tentang alat utama sistem senjata di laman kilas copas

Artikel tentang khasiat dan manfaat tanaman di laman portal lambe receh

Artikel tentang berbagai misteri, kisah horror, dan lain-lain pada laman portal kisah

Sumber: 

Tag:
#Alutsista
#Pesawat
#Pesawat_Serang_darat
#Attack_Aircraft
#Jerman
#Perang_Dunia_II