Selasa, 29 Juni 2021

Pustaka Tentang Fotografi: Fotografer itu bukan seniman??? (Tulisan bagian pertama)


Fotografer Inside Frame
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang catatan ringkas dan pendek dari seorang (yang bukan) fotografer, mengenai definisi yang bias antara apa itu "seniman" dan apa itu "fotografer" serta korelasi antara keduanya. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul "Fotografer itu bukan seniman??? (Tulisan bagian pertama)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Tak banyak orang tahu apa artinya ‘fotografer’, dan tak banyak juga orang tahu apa artinya ‘seniman’, cuma sebagian saja yang mengerti arti kedua kata itu sebenarnya. Tapi, semua orang tahu apa artinya ‘kopi’ dan apa artinya ‘rokok’. Tapi sobat, artikel ini ini bukan untuk menerangkan apa arti kata-kata di atas; ‘fotografer,seniman,kopi,dan rokok’. Bukan sob, sama sekali tak ada keinginan untuk saya menerangkan itu semua. Saya hanya ingin menceritakan satu peristiwa, dimana saya, secara sangat ‘aneh bin ajaib’, kecemplung dalam situasi, dimana kata-kata yang ‘magis’ itu bisa muncul secara harafiah, dan intens.

Itu terjadi pada di hari Kamis  tanggal 21 bulan Juni tahun 2018, selepas siang, di lokasi yang namanya Jakarta Fair. Lokasi dimana saya juga bekerja di sana, walau tak terlibat secara langsung. Entah kenapa, hari itu saya merasa jenuh level dewa. Saya jenuh, karena saya harus bekerja, sementara banyak buruh seperti saya, yang asyik kumpul-kumpul dengan keluarga, menikmati libur. Ketawa-ketiwi, cerita-ceriti dan pasti, ada sebagian yang sambil sedot cerutu. 

Sementara saya???? 

Saya malah harus duduk manis di kantor, di bawah sinar lampu TL yang sinarnya menciptakan suasana “harus kerja, kerja, dan kerja!” Ditambah dengan koneksi internet di kantor, yang biasanya lambat, sekarang malah turun ‘perseneling’ dan pindah ke percepatan paling rendah…alias….”mode siput….ON!”

Hadehhhh…..!!

Ya sudahlah, daripada isi kepala ini dilanda jenuh terus menerus, lebih baik saya habiskan waktu melihat-lihat Jakarta Fair yang sudah mulai ramai, siapa tahu, ditengah “kepanikan” pengunjung yang berbelanja, otak saya bisa jadi enteng, dan segala macam dedemit dan jin iprit yang membuat suasana hati jadi jenuh, bisa minggat cepat-cepat! Atau siapa tahu, ada bidadari yang “kepleset” dari khayangan, dan terperosok di salah satu stand yang ada di situ, jadi bisa saya jepret dan saya upload di istagram saya….Semoga!

Ambil nafas sebentar, siapkan kamera, masukkan ke dalam tas, pakai jaket, pakai topi, langsung jalan ke TKP yang memang lokasinya tak jauh dari kantor dimana saya ber”singgasana”. 

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.

(artikel ini telah tayang di laman trisoenoe.com dengan judul asli: "Fotografer itu bukan seniman??? (Tulisan bagian pertama)")

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Silahkan baca-baca berbagai artikel menarik di laman:

Sumber: 

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar