Kamis, 26 Agustus 2021

Pustaka Tentang Fotografi: Episode Fotografi Hitam Putih: Sebuah Penuturan Singkat (episode 1)


Tetesan Air dalam hitam dan Putih
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang catatan ringkas dan pendek dari seorang (yang bukan) fotografer, mengenai penjabaran super singkat, tentang satu style unik dalam dunia fotografi. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul "Episode Fotografi Hitam Putih: Sebuah Penuturan Singkat (episode 1)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Kenapa memilih hitam-putih pada saat yang berwarna sudah ada? Apa yang foto hitam putih dapat sajikan sementara foto berwarna tidak? 

Ini memang pertanyaan yang “susah-susah gampang” untuk menjawabnya. Susah karena banyaknya jawaban yang berbeda antara satu orang dengan orang lain, dan gampang, karena setiap orang bisa menjawab dengan mudah Kembali ke jawaban individual, alias “selera” masing-masing.

Nah, disini saya mencoba menyajikan satu artikel singkat (sayangnya, walaupun pakai embel-embel "singkat", tapi karena artikelnya panjang, jadi harus dibagi ke dalam dua episode) yang sedikit menjabarkan, mengapa aliran fotografi “hitam putih” ini tetap populer hingga saat ini, walaupun sudah berumur lebih dari 200 tahun. Ternyata, selain sejarah yang kaya serta kualitas yang abadi, ada banyak lagi yang ditawarkan oleh fotografi hitam putih.

Kilas balik awal kelahiran

Pada pertengahan tahun 1820-an, Nicephore Niepce, seorang penemu asal Prancis, berhasil mensinergikan cara kerja kamera obskura dengan substansi yang berubah saat terpapar cahaya untuk menciptakan gambar kamera pertama: ya, dengan cara itulah ia menemukan fotografi. Akan tetapi, istilah 'fotografi' sebenarnya adalah ciptaan Sir John Herschel pada tahun 1839, yang kemudian menjadi tahun kelahiran fotografi secara praktis. Selama Revolusi Industri, permintaan potret di kalangan kelas menengah meningkat, dan fotografi pun berkembang sangat cepat (lonjakan permintaan tidak dapat dipenuhi baik secara volume maupun biaya lewat lukisan minyak).

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.

(artikel ini telah tayang di laman trisoenoe.com dengan judul asli: "Episode Fotografi Hitam Putih: Sebuah Penuturan Singkat (episode 1)").

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Silahkan baca-baca berbagai artikel menarik di laman:

Sumber: 

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar