Jumat, 13 Agustus 2021

Pustaka Tentang Fotografi: Tips Fotografi; Pilih Foto Beneran, Atau Foto Yang Di"oprek" (Direkayasa)


Bunga (Dalam Perspektif Diagonal)
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang catatan ringkas dan pendek dari seorang (yang bukan) fotografer, mengenai ke"idealis"me-an seorang fotografer, apakah seorang fotografer lebih memilih untuk menyajikan foto secara apa adanya, ataukah diedit. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul "Tips Fotografi; Pilih Foto Beneran, Atau Foto Yang Di"oprek" (Direkayasa)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Kalau melihat perkembangan gadget atau peralatan atau perlengkapan fotografi yang malang melintang saat ini, jelas sangat memungkinkan siapapun bisa jadi fotografer dadakan. Bisa memotret dengan mudah, dengan lebih murah, dan dengan cepat mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Dengan cukup memiliki kamera bawaan HP pinter saja, siapapun bisa memotret sepuasnya. Tak perlu kamera SLR/DSLR lagi. Apalagi yang sudah punya SLR atawe DSLR, kudu punya hasil foto yang lebih mantab bukan?!  Nah, dengan kondisi ini, akhirnya memunculkan prinsip baru dalam dunia fotografi, yaitu “prinsip asal jepret“. 

Maksud saya, jeprat-jepret dulu saja, hasilnya…urusan belakangan. Kebiasaan yang ada, setelah selesai jeprat-jepret, terus pas dilihat, hasilnya ternyata kurang ciamik, langsung delete! Terus, tinggal jepret lagi dan lagi dan terus lagi deh.

Dan ternyata, sekarang ada model lain lagi, kalau ternyata kurang "sreg" dengan hasil jepretan dari kamera langsung, foto digital bisa dengan mudah diolah dengan program atau software pengolah foto, seperti “sotoshop” (program yang paling familier saat ini). Nah, bagi yang ingin serius mendalami dunia fotografi, hati-hatilah dengan prinsip ini (prinsip asal jepret). 

Kalau sering coba-coba prinsip ini, kita bisa-bisa malah bukannya jadi fotografer profesional (ini bagi yang ingin serius belajar fotografi lho…), tapi nanti malah jadi DI-ers, atau seorang pengolah gambar (digital imageer? photoshoper? digital imaging art? atau apalah sebutannya). Tapi, semua itu sih pilihan, tergantung dari sobatnya mau gimana…Oleh karena itulah, saya kali ini ingin sedikit mengulasnya sebagai bahan diskusi kita lebih lanjut. Dalam judul, saya tuliskan “Pilih Foto Beneran, Atau Foto Yang Di"oprek" (Direkayasa)“.  Lalu apa maksud saya? 

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.

(artikel ini telah tayang di laman trisoenoe.com dengan judul asli: "Tips Fotografi; Pilih Foto Beneran, Atau Foto Yang Di"oprek" (Direkayasa)").

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Silahkan baca-baca berbagai artikel menarik di laman:

Sumber: 

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar