Senin, 20 September 2021

Pustaka Tentang Fotografi: (Unggah-Ungguh) Atawe Etika dalam Fotografi (Tulisan Episode Pertama)


Portrait -Dalam hitam dan putih
pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Pustaka kali ini akan membahas secara singkat, tentang catatan ringkas dan pendek dari seorang (yang bukan) fotografer, mengenai penjabaran super singkat, tentang beberapa etika aatau "unggah-ungguh" yang harus dimiliki oleh fotografer pemula (seperti saya) maupun fotografer kawakan, yang rasa-rasanya, harus alias wajib diterapkan dalam dunia fotografi. Dan artikel tersebut tertuang dalam tulisan yang sangat menarik berjudul: "(Unggah-Ungguh) Atawe Etika dalam Fotografi (Tulisan Episode Pertama)". Dan berikut ini adalah artikel singkatnya:

Pada artikel ini, saya akan coba menjabarkan tentang etika dalam fotografi dalam versi saya dan dari beberapa sumber yang saya dapatkan. Maksud dari etika tersebut adalah bagaimana cara kita berhubungan antar manusia, antara fotografer dan model, antara fotografer dengan fotografer lain, atau dengan masyarakat yang jadi “korban” jepret. Dengan memiliki etika yang baik, fotografer tentunya diuntungkan dengan mendapatkan foto yang lebih bernilai, enak dilihat dan alami. 

Secara sederhana,  seorang fotografer yang memiliki etika akan dianggap oleh masayarakat umum sebagai orang yang rendah hati., hormat terhadap orang lain, antusias dan baik hati (tidak sombong, rajin menabung, gemar membantu, dsb). kita contohkan saja foto potret (portrait), apalagi kalau modelnya wanita, Sobat kudu menghormatinya dengan tidak colak-colek, njowal-njawil, apalagi kalo sampai sambit menyambit pas mengarahkan. 

Colak-colek model wanita itu sangat tidak sopan ya Sob, apalagi kalau di negara-negara Asia, dan bakalan bikin model tersebut menjadi tidak nyaman. Selain itu, hindari kebiasaan berbicara dengan nada memerintah, itu jangan sampai deh. FG yang baik kudunya harus menghargai model dengan sering-sering berterima kasih sama model, apalagi kalau model itu ternyata juga baik hati dan sering jajanin FG nya, wah, kalau itu sih, jangan cuma kata terima kasih doang, kudu pakai cium tangan dan menitikkan airmata. 

Gimana Seharusnya (fotografer dalam bersikap)?


Pendekatan fotografer dengan subjeknya, apalagi jika itu manusia atau kelompok sosial tertentu, membutuhkan pendekatan yang elegan. Menurut almarhum MAW Brouwer, lebih banyak orang yang berhasil dalam kehidupannya karena social intelligence yang tinggi. 

Artinya keterampilan bersosialisasi amat penting bagi fotografer yang ingin berhasil. Terlepas dari peranan subyek dan peralatan yang tentunya penting, Paul I. Zacharia mengatakan bahwa di balik setiap foto yang baik itu harus ada suatu sikap “berfotografi” yang baik dan tepat pada si fotografernya. Mungkin terdengar sederhana sekali. 

Demikianlah artikel singkat ini. Untuk uraian yang lebih lengkap, dapat disimak di sini.

(artikel ini telah tayang di laman trisoenoe.com dengan judul asli: "(Unggah-Ungguh) Atawe Etika dalam Fotografi (Tulisan Episode Pertama)").

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Silahkan baca-baca berbagai artikel menarik di laman:

Sumber: 

Tag: 
#Fotografi #Fotografer #FG #Momod #kamera #Tips #Trik #Tips Fotografi #Trik Fotografi #Teknik Fotografi #Seni Fotografi #Aliran Fotografi #Genre Fotografi #Still Life Fotografi #Rule of third #Photo #Photography #Foto #BW #Model foto #Potret # Aliran fotografi #Bangunan bersejarah #Bangunan bersejarah di Jakarta Batavia #Food Photography #Foto hitam-putih #fotografer #Fotografi #Fotografi Abstrak #Fotografi Arsitektur #Fotografi Komersial #fotografi makanan #Fotografi Wajah #Gallery #Human Interest Photography #Jakarta #Jalan-jalan #Karya Foto #Sejarah Batavia #serba-serbi #Spot Fotografi #Street Photography #Teknik fotografi #Video Fotografi #Selfie #Toys Fotografi #Wedding Photography #Underwater Photography #Macro Photography #HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY #Lensa #Lensa Kamera #Kamera #DSLR #Mirrorless #Analog #Tripod #Kamera HP #Foto model #Komunitas fotografi #Sesi foto #Trik & Tips Fotografi #Aturan segitiga #Aturan segi empat #photoshop #Tallent #MUA, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar